Sabtu, Juli 18, 2026
spot_img
BerandaLINGKUNGANSejumlah Studi Soroti Dampak Tambang Nikel di Halmahera terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Sejumlah Studi Soroti Dampak Tambang Nikel di Halmahera terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Studi Akademik Soroti Dampak Tambang Nikel terhadap Lingkungan dan Kesehatan di Halmahera

  • Ringkasan Berita:
  • Sejumlah penelitian akademik dan lembaga riset menyoroti potensi dampak aktivitas pertambangan nikel di Halmahera, Maluku Utara, terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi warga.
  • Studi tersebut merekomendasikan penguatan pengawasan lingkungan, penegakan hukum, rehabilitasi kawasan terdampak, dan perlindungan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

HALMAHERA – Sejumlah penelitian akademik dan hasil riset lembaga independen menyoroti potensi dampak aktivitas pertambangan nikel di Halmahera, Maluku Utara, terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi warga di sekitar kawasan industri.

Berbagai studi tersebut menyimpulkan perlunya penguatan pengawasan lingkungan, penegakan regulasi, rehabilitasi kawasan yang terdampak, serta perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan.

Salah satu penelitian yang mengulas persoalan tersebut disusun oleh Iskandar, peneliti dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang.

Melalui kajian berjudul “Maintaining Environmental Justice, Human Rights, and Climate Law to Protect Vulnerable Communities: Case Study of Nickel Mining Impacts in Central Halmahera, North Maluku”, penelitian tersebut membahas berbagai aspek lingkungan, hak asasi manusia, dan hukum iklim yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan nikel di Halmahera Tengah.

Dalam kajiannya, Iskandar menyebut aktivitas pertambangan telah memberikan tekanan terhadap ekosistem, sumber daya hayati, dan kelompok masyarakat yang dinilai rentan.

“Kesimpulan menunjukkan bahwa penambangan nikel di Halmahera Tengah telah menyebabkan deforestasi sekitar 13 persen, yang berdampak terhadap keseimbangan lingkungan, sumber air bersih, keanekaragaman hayati, kondisi ekonomi, kesehatan, hak asasi manusia, dan hukum iklim bagi masyarakat rentan,” tulis Iskandar dalam penelitiannya.

Dalam penelitian tersebut, Iskandar merekomendasikan pemerintah memperkuat kebijakan pengendalian deforestasi dan mempercepat program reforestasi di kawasan terdampak.

Ia juga mendorong penegakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan pengelolaan lingkungan sesuai peraturan yang berlaku.

“Pemerintah perlu mengatur kebijakan deforestasi dan reforestasi, melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran standar lingkungan, serta melindungi masyarakat rentan agar hak ekonomi, kesehatan, sosial, hukum, dan hak asasi mereka tetap terjamin,” tulisnya.

Kajian Iskandar juga mengutip hasil penelitian bersama Nexus3 Foundation dan Universitas Tadulako yang mengulas dampak aktivitas industri nikel di kawasan Teluk Weda, Halmahera Tengah.

Menurut laporan tersebut, ekspansi kawasan industri dinilai telah memengaruhi kualitas lingkungan, kondisi kesehatan masyarakat, serta kesejahteraan sosial penduduk di sekitar wilayah penelitian.

Para peneliti menyebut perubahan kualitas air, berkurangnya tutupan hutan, serta perubahan ekosistem menjadi beberapa isu yang perlu mendapatkan perhatian.

“Kontaminasi sumber air, hilangnya keanekaragaman hayati, dan penggundulan hutan mengancam keseimbangan ekologi serta mata pencaharian masyarakat,” tulis tim peneliti dalam laporan tersebut.

Penelitian tersebut melaporkan hasil pengujian kualitas air di Sungai Ake Jira serta sedimen di Sungai Ake Jira dan Ake Sagea.

Dalam laporan itu disebutkan terdapat temuan kandungan logam tertentu yang menurut peneliti melampaui sejumlah standar acuan internasional yang digunakan dalam penelitian.

Selain itu, hasil pengambilan sampel ikan di Teluk Weda juga dilaporkan menunjukkan adanya kandungan arsenik dan merkuri sehingga peneliti merekomendasikan pemantauan berkala terhadap kualitas lingkungan dan keamanan pangan.

Para peneliti juga menyarankan pengujian lanjutan di kawasan muara sungai untuk memantau kemungkinan akumulasi sedimen dan logam berat.

Laporan penelitian juga memuat hasil pemeriksaan sampel biologis dari sejumlah responden masyarakat.

Berdasarkan hasil tersebut, peneliti merekomendasikan peningkatan pemantauan kesehatan masyarakat serta penelitian lanjutan untuk memahami potensi dampak jangka panjang paparan logam berat.

Menurut mereka, langkah mitigasi perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap risiko kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Selain Halmahera Tengah, perhatian terhadap potensi dampak aktivitas pertambangan juga diarahkan ke wilayah Halmahera Timur, khususnya kawasan Teluk Buli.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Ismet, menjelaskan bahwa peningkatan sedimentasi akibat pembukaan lahan dapat memengaruhi kualitas perairan pesisir.

Menurutnya, masuknya material tersuspensi dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan kekeruhan air sehingga mengganggu penetrasi cahaya matahari dan proses fotosintesis organisme laut.

“Masuknya material padatan tersuspensi dalam jumlah besar dapat menurunkan kualitas perairan serta mengganggu proses fotosintesis berbagai organisme laut,” jelas Meutia.

Meutia menjelaskan peningkatan sedimentasi berpotensi memengaruhi kondisi terumbu karang, padang lamun, serta ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi wilayah pesisir.

Menurutnya, sedimentasi dapat mengurangi intensitas cahaya yang dibutuhkan organisme laut sehingga dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi kesehatan ekosistem.

Ia juga mengingatkan bahwa logam berat seperti nikel, besi, mangan, dan kadmium berpotensi terakumulasi pada organisme laut apabila terjadi pencemaran, sehingga perlu dilakukan pemantauan secara berkelanjutan.

“Dalam jangka panjang, akumulasi logam berat pada konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila masuk ke rantai makanan dan dikonsumsi masyarakat secara terus-menerus,” ujar Meutia.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments