Minggu, Juni 28, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalBu Mega Ingatkan Elite Jangan Korbankan Kontestasi Sehat di Pilkada demi Ambisi...

Bu Mega Ingatkan Elite Jangan Korbankan Kontestasi Sehat di Pilkada demi Ambisi Kekuasaan

JAKARTA, IndoBisnis – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan peringatan keras kepada para elite politik untuk tidak mengorbankan kontestasi sehat dalam Pilkada hanya demi mengejar ambisi kekuasaan.

Dalam pidatonya pada acara pengumuman calon kepala daerah PDIP gelombang kedua di Jakarta, Kamis (22/8/2024), Megawati menegaskan bahwa hak rakyat dalam memilih pemimpin harus dihormati dan tidak boleh diatur sesuai keinginan pribadi yang melanggar konstitusi.

Megawati menyatakan keprihatinannya terhadap dinamika politik saat ini, di mana ideologi Pancasila dan UUD 1945 sering diabaikan demi kepentingan kekuasaan. Menurutnya, para Pendiri Bangsa Indonesia mampu menjaga komitmen terhadap aturan hukum yang disepakati sebagai pedoman bersama.

“Para Bapak Pendiri Bangsa dulu sangat menghargai rule of the game. Jika tidak, bayangkan apa yang akan terjadi pada negara ini. Mestinya kita juga begitu sekarang,” ujar Megawati, yang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa dalam menjalankan amanat konstitusi, presiden dan wakil presiden telah disumpah untuk memegang teguh UUD dan menjalankannya dengan lurus.

“Sumpah itu kepada Tuhan dan kepada seluruh rakyat Indonesia. Amanat konstitusi ini sangat jelas dan tegas. Jangan coba-coba untuk merubahnya,” tegasnya.

Megawati juga mengingatkan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat, sehingga siapa pun yang menantang putusan tersebut dianggap tidak menghormati konstitusi.

“Ingat, Final… Final… Final. Itu bukan main-main, karena menentang ini berarti bukan orang Indonesia,” katanya dengan nada serius.

Sebagai saksi sejarah sekaligus korban ketika konstitusi disalahgunakan, Megawati berbagi pengalaman emosional yang menggambarkan betapa pentingnya menjaga moral dan etika dalam politik.

“Indonesia ini negara hukum, bukan negara kekuasaan. Di atas hukum, ada etika dan moral yang harus dijunjung tinggi oleh penyelenggara negara,” ucapnya.

Megawati menekankan bahwa meskipun seseorang memiliki ambisi politik, kepentingan tersebut harus sesuai aturan main yang sudah ditetapkan.

“Ambisi kekuasaan jangan dipeluk sendiri dan menjadikan pihak lain sebagai wayang untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.

Di akhir pidatonya, Megawati mengajak seluruh pihak untuk bersatu menyelamatkan negara hukum dan demokrasi.

“Pilkada jangan sampai berubah menjadi ajang manuver kekuasaan yang menghilangkan kontestasi sehat dan demokratis. Kita harus berdiri kokoh pada konstitusi dan menyelamatkan masa depan bangsa,” tutupnya dengan penuh semangat.

Pesan Megawati ini menjadi pengingat bahwa demokrasi harus tetap berjalan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan transparansi, bukan sekadar alat untuk meraih kekuasaan semata.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments