Senin, Juli 6, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalIHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Saham Big Banks Tekan Pergerakan Indeks

IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Saham Big Banks Tekan Pergerakan Indeks

  • Ringkasan Berita:
  • IHSG melemah 0,10 persen pada akhir sesi I perdagangan. Tekanan saham perbankan berkapitalisasi besar membebani indeks, meski analis masih melihat peluang penguatan menuju level 6.000–6.150.

JAKARTA, IndoBisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan Senin (6/7/2026). Setelah sempat dibuka menguat ke level 5.919,13, tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar membuat indeks berbalik melemah hingga jeda siang.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.870,19 pada akhir sesi I atau turun 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan IHSG diikuti oleh mayoritas indeks sektoral. Indeks LQ45 berada di level 579,31 atau melemah 4,03 persen, sementara IDX39 turun 0,42 persen ke posisi 372,72.

Tekanan juga terjadi pada sektor keuangan. Indeks IDXFinance tercatat berada di level 1.295,59 atau turun 0,35 persen, mencerminkan masih tingginya tekanan pada saham-saham perbankan.

Dari sisi nilai transaksi, saham BBCA menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan total transaksi mencapai Rp543,49 miliar.

Posisi berikutnya ditempati BBRI dengan nilai transaksi Rp332,37 miliar, disusul TPIA milik kelompok usaha Prajogo Pangestu yang membukukan transaksi sebesar Rp275,32 miliar.

Sementara itu, berdasarkan frekuensi perdagangan, saham BBRI menjadi yang paling sering berpindah tangan dengan 50.507 kali transaksi, diikuti BMRI sebanyak 38.751 kali transaksi.

Pelemahan IHSG pada sesi I sejalan dengan terkoreksinya mayoritas saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks).

Saham BBCA masih mampu bertahan di level Rp6.100 per saham atau naik 0,83 persen. Namun, saham bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) justru bergerak di zona negatif.

BBRI turun 0,74 persen ke level Rp2.690 per saham, BMRI melemah 1,50 persen menjadi Rp3.950 per saham, sedangkan BBNI terkoreksi 0,31 persen ke posisi Rp3.240 per saham.

Meski IHSG melemah pada sesi I, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai secara teknikal indeks masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah pada pekan sebelumnya ditutup menguat 2,28 persen.

“IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5.900–5.950, dengan target kenaikan di 6.000 hingga 6.150,” ujar Fanny Suherman dalam riset harian, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, area support IHSG berada pada kisaran 5.780–5.850, sedangkan area resistance berada di rentang 5.950–6.000.

Di tengah peluang penguatan secara teknikal, pergerakan IHSG masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp16,6 miliar pada perdagangan sebelumnya.

Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBRI, MAPI, TPIA, EMAS, dan ISAT.

Tekanan jual asing tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penguatan IHSG, meski minat transaksi pada saham-saham unggulan masih relatif tinggi dan prospek teknikal indeks dinilai tetap positif dalam jangka pendek.

***

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments