Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISMalaysia Peringkat 23 Dunia, Raja Investasi Asia Tenggara

Malaysia Peringkat 23 Dunia, Raja Investasi Asia Tenggara

  • Ringkasan Berita
  • Malaysia menempati peringkat ke-23 global dalam Indeks Peluang Global 2026 dan menjadi tujuan investasi paling menarik di Asia Tenggara untuk kategori negara berkembang.
  • Kekuatan kelembagaan, stabilitas ekonomi, serta sektor keuangan yang solid menjadi faktor utama.
  • Di tengah meningkatnya arus modal global ke ASEAN, Malaysia tampil sebagai tolok ukur stabilitas dan kepercayaan investor.

IndoBisnis — Malaysia kembali menegaskan dominasinya sebagai magnet investasi di kawasan Asia Tenggara. Dalam Indeks Peluang Global (Global Opportunity Index/GOI) 2026 yang dirilis Milken Institute, negara tersebut menempati peringkat ke-23 dunia—posisi tertinggi di kawasan untuk kategori negara berkembang dan ekonomi bertumbuh.

Capaian ini menempatkan Malaysia di atas negara-negara tetangganya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi paling menarik di Asia Tenggara.

Secara tidak langsung, laporan tersebut menegaskan bahwa kekuatan utama Malaysia terletak pada kualitas kelembagaan yang solid dan fondasi ekonomi yang stabil.

Temuan dalam GOI 2026 menunjukkan bahwa konsistensi kinerja Malaysia di berbagai indikator menjadi kunci utama keberhasilannya.

Melansir Xinhua News Agency, kenaikan peringkat Malaysia didorong oleh performa yang kuat dan merata di seluruh metrik inti dalam indeks tersebut.

Malaysia secara khusus unggul dalam dua sektor strategis.

Di bidang jasa keuangan, Malaysia menempati peringkat ke-17 dunia. Sementara dalam persepsi bisnis, negara ini berada di posisi ke-18 global.

Secara tidak langsung, capaian ini menunjukkan bahwa Malaysia tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga dipercaya oleh pelaku usaha global sebagai lingkungan bisnis yang kondusif.

GOI sendiri merupakan indeks tahunan yang mengevaluasi 101 variabel dalam lima kategori utama, yakni persepsi bisnis, fundamental ekonomi, layanan keuangan, kerangka kelembagaan, serta standar dan kebijakan internasional.

Laporan ini juga menyoroti perubahan lanskap global, di mana Asia Tenggara semakin memainkan peran penting sebagai tujuan utama investasi.

Dalam periode 2021 hingga 2024, enam pasar utama di kawasan ASEAN berhasil menyerap sekitar 8,2% dari total arus modal yang masuk ke negara berkembang.

Secara tidak langsung, data ini menunjukkan bahwa ASEAN kini menjadi salah satu pusat gravitasi baru dalam peta investasi global.

Lebih lanjut, investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) mendominasi arus masuk tersebut dengan kontribusi lebih dari 70%.

Direktur Geoeconomics Milken Institute, Matthew Aleksi, menegaskan bahwa daya tarik kawasan tetap kuat, meskipun pola investasi mulai berubah.

“Kisah pertumbuhan Asia Tenggara tetap menarik, tetapi investor semakin teliti dalam memilih target mereka,” ujar Aleksi.

Ia menambahkan bahwa pergeseran modal global kini mengarah ke pasar dengan pertumbuhan tinggi, di mana Asia Tenggara menjadi salah satu penerima manfaat utama.

Secara tidak langsung, pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas tata kelola dan stabilitas ekonomi menjadi faktor penentu dalam menarik investasi, bukan sekadar potensi pertumbuhan.

Aleksi juga menekankan bahwa negara yang mampu menjaga integritas struktural akan menjadi pemenang dalam persaingan global.

“Negara yang mampu menjaga stabilitas makroekonomi, memperdalam sistem keuangan, dan memperkuat tata kelola akan memiliki peluang terbaik untuk menarik investasi jangka panjang,” tegasnya.

Dengan posisi saat ini, Malaysia dinilai telah berhasil memenuhi kriteria tersebut dan menjelma sebagai tolok ukur regional dalam hal stabilitas ekonomi dan daya tarik investasi.

Secara tidak langsung, capaian ini memberikan sinyal kuat kepada investor global bahwa Malaysia merupakan pilihan strategis untuk ekspansi bisnis di kawasan ASEAN.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini di ulas ulang oleh IndoBisnis dengan judul: Malaysia Peringkat 23 Dunia, Raja Investasi Asia Tenggara.

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments