Maluku Utara, IndoBisnis – Eco Bhinneka mengadakan Seminar dan Kampanye Aksi Lintas Iman Season II dengan tema
“Peran Sains dan Teknologi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kota Ternate (Sampah Plastik).”
Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Bappeda Kota Ternate, Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, tokoh agama lintas iman, serta pemuda dan perempuan lintas iman, dan komunitas-komunitas yang bergerak di bidang kelestarian lingkungan.
Sebagaimana kita ketahui, lingkungan merupakan faktor utama dalam keberlangsungan hidup manusia. Pengelolaan lingkungan yang tepat akan mampu memberikan manfaat bagi hidup itu sendiri.
Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate tahun 2023, volume sampah di kota ini mengalami peningkatan dari 180 ton per hari menjadi 200 ton per hari.
Saat ini, DLH Kota Ternate hanya fokus pada pengangkutan dan pemilahan sampah yang berputar pada trans depo dan berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kota Ternate sebagai kota berkembang terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan tentu tidak terlepas dari pengelolaan lingkungan hidup, khususnya masalah sampah.
Pengelolaan sampah yang benar dan tepat akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjamin kelestarian lingkungan hidup.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan, penggunaan teknologi modern oleh pemerintah dalam pengelolaan sampah, dan penegakan hukum di bidang lingkungan.
Permasalahan lingkungan di Kota Ternate sangat serius sehingga melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemuda maupun tokoh lintas iman.
Mereka turut serta bersuara dan memberikan solusi dalam menghadapi problem lingkungan di Kota Ternate.
“Kehidupan kita bergantung pada lingkungan. Setiap warga negara berhak menikmati lingkungan hidup yang sehat, dan ini harus dilindungi oleh penegakan hukum. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan kita semua.” kata Ibnu Khaldun dalam keterangannya kepada IndoBisnis.co.id pada, Kamis 11 Juli 2024.
Pendeta Donny Toisuta, tokoh agama Kristen, menekankan pentingnya harmoni dalam falsafah budaya Ternate.
“Ini fomakati nyiga, sebuah falsafah budaya Ternate yang menekankan harmoni. Meskipun kita berbeda dalam agama, warna kulit, atau hal lainnya, dalam ruang kebaikan dan kemanusiaan kita sama. Urusan sampah dan krisis iklim adalah cara untuk menyatukan kita dan menjadi kekuatan kita bersama,” ungkapnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan rasa toleransi dan mendukung aksi lintas iman di internal dan eksternal organisasi masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi rumusan rekomendasi kepada pemerintah Kota Ternate dalam pengelolaan dan penanganan sampah.
Dengan melibatkan seluruh pihak, diharapkan permasalahan lingkungan di Kota Ternate dapat teratasi dan menjadi contoh bagi kota-kota lainnya dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.****
