TRENGGALEK, IndoBisnis – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto melanjutkan safari politik dalam rangka konsolidasi pemenangan Pilkada Serentak 2024 di Jawa Timur.
Dalam acara yang digelar di Trenggalek, Hasto bertemu dengan lebih dari seribu pengurus partai dari wilayah Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung, didampingi oleh sejumlah jajaran DPP dan DPD PDIP.
Acara ini diorganisir oleh DPC PDIP Trenggalek, dipimpin oleh Ketua Mochamad Nur Arifin atau Gus Ipin. Hadir pula Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy, Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari, Wakil Ketua DPD Deni Wicaksono, serta politikus muda PDIP Aryo Seno Bagaskoro.
Dalam arahannya, Hasto menyampaikan salam dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang kini tengah mengawasi proses fit and proper test untuk anggota Fraksi PDIP di DPR. Proses seleksi ini melibatkan penilaian aspek intelektual (IQ), emosional (EQ), kepribadian, dan semangat juang para anggota dewan.
“Proses ini adalah bagian dari pelembagaan partai yang kita terapkan. Lihat saja Singapura, yang tanpa sumber daya alam, bisa menjadi negara maju karena kualitas pendidikan dan meritokrasi serta hukum yang berkeadilan,” ujar Hasto. PDIP, lanjutnya, mengadopsi prinsip disiplin dalam mengusung pemimpin untuk Pilkada.
Hasto juga menyoroti tantangan yang dihadapi PDIP. Ia mengkritik mereka yang menempatkan ambisi pribadi di atas kepentingan partai, dan menekankan bahwa politik harus dijalankan dengan kejujuran serta integritas. Ia mencontohkan Tri Rismaharini, calon Gubernur Jatim dari PDIP, sebagai pemimpin yang konsisten dalam membela rakyat.
“Kalau Bu Risma itu beda. Dari wali kota hingga Menteri Sosial, ia selalu bergerak cepat dan tak berubah, tetap memperjuangkan Wong Cilik,” kata Hasto.
Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy turut mengimbau kader PDIP di Trenggalek dan Tulungagung untuk mengaktifkan posko-posko pengawasan guna memantau potensi kecurangan dalam Pilkada. Ia menyebut ini sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi penggunaan wewenang oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
“Sekarang ini adalah pertarungan antara hukum yang berkeadilan versus hukum yang dimanipulasi. Kader harus berani menghadapi upaya manipulasi hukum dengan semangat perjuangan dan integritas,” tegas Ronny. Ia juga mengimbau kader untuk merekam dan melaporkan dugaan pelanggaran melalui teknologi ponsel sebagai bukti preventif.
Politikus muda PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, menekankan pentingnya seluruh kader memahami karakter calon yang didukung dan kondisi daerahnya. Sebagai contoh, ia menyebut Tri Rismaharini sebagai sosok pemimpin yang bekerja keras di lapangan dan memperjuangkan pendidikan gratis bagi masyarakat Surabaya.
“Ini adalah bukti nyata, dan tugas kita sebagai kader adalah menyampaikan prestasi ini ke masyarakat saat melakukan kampanye dari pintu ke pintu,” ujar Seno.
Dengan konsolidasi ini, PDIP berharap dapat memperkuat komitmen pada hukum yang adil serta membawa perubahan positif bagi masyarakat melalui Pilkada Serentak 2024.***
Artikel ini telah tayang di IndoBisnis.co.id.
