Minggu, April 26, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISPetrindo Siapkan Investasi Rp10 Triliun Bangun Pembangkit Listrik Nikel di Halmahera Timur

Petrindo Siapkan Investasi Rp10 Triliun Bangun Pembangkit Listrik Nikel di Halmahera Timur

  • Langkah Strategis Dorong Hilirisasi dan Transisi Energi Nasional.

 

 

 

 

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) memperkuat langkah diversifikasi bisnisnya dengan menggarap proyek pembangkit listrik berkapasitas besar di kawasan smelter nikel, Halmahera Timur, Maluku Utara.

Nilai investasinya mencapai sekitar Rp10 triliun, menjadi salah satu proyek energi terbesar yang dikembangkan perusahaan di sektor hilirisasi nikel nasional.

Melansir, Proyek ini akan direalisasikan setelah anak usaha CUAN, PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI), menyelesaikan akuisisi 90 persen saham PT Guna Darma Integra (GDI).

Penandatanganan perjanjian pembelian saham (Share Purchase Agreement atau SPA) dilakukan pada 10 Oktober 2025.

Presiden Direktur Petrindo Jaya Kreasi, Michael, menegaskan bahwa langkah akuisisi tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih dan kendaraan listrik di Indonesia.

“Langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan melalui pengembangan energi baru dan pertambangan mineral,” ujar Michael dalam siaran pers di Jakarta mengutip Naraca, Senin 13 Oktober 2025.

PT Guna Darma Integra akan mengembangkan proyek pembangkit listrik berkapasitas 680 MW di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim (FHT) Industrial Park. Proyek senilai US$600 juta atau sekitar Rp10 triliun ini ditargetkan rampung dalam 28 bulan.

FHT Industrial Park sendiri merupakan kawasan strategis yang menjadi bagian dari program hilirisasi mineral pemerintah Indonesia. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat industri baterai kendaraan listrik nasional.

Sementara itu, PT Volta Daya Energi Indonesia merupakan anak usaha yang baru dibentuk CUAN pada 10 Juli 2025.

Sekretaris Perusahaan CUAN, Robertus Maylando Siahaya, menjelaskan bahwa pendirian VDEI bertujuan memperkuat posisi CUAN di sektor energi dan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“Langkah diversifikasi ini memperluas cakupan bisnis CUAN yang sebelumnya berfokus pada batu bara, logam mulia, dan pasir silika, kini memasuki sektor energi baru dan terbarukan,”

Ekspansi ini menandai keseriusan CUAN dalam memperkuat kontribusinya terhadap agenda transisi energi nasional, sekaligus memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik di dalam negeri.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments