Jumat, Juni 5, 2026
spot_img
BerandaHUKUM DAN KRIMINALTessa Mahardhika Melaju ke Tiga Besar Dirlidik KPK

Tessa Mahardhika Melaju ke Tiga Besar Dirlidik KPK

  • Lolosnya Tessa Mahardhika Sugiarto dalam tiga besar seleksi Direktur Penyelidikan KPK menandai babak penting dalam perjalanan kariernya di lembaga antirasuah.
  • Dari posisi juru bicara hingga memimpin sementara fungsi penyelidikan, Tessa berada di tengah rentetan operasi tangkap tangan yang menyasar kepala daerah, pejabat kementerian, hingga aparat penegak hukum.
  • Di sisi lain, proses seleksi terbuka yang diawasi ketat dan melibatkan unsur internal serta eksternal menjadi penentu akhir siapa yang akan dipilih pimpinan KPK untuk mengisi jabatan strategis tersebut.
  • Pilihan itu akan menjadi sinyal penting bagi arah penegakan hukum dan keberlanjutan agenda pemberantasan korupsi ke depan.

 

 

Nama Tessa Mahardhika Sugiarto kembali menjadi sorotan. Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi itu dinyatakan lolos tiga besar seleksi jabatan Direktur Penyelidikan KPK.

Kepastian tersebut tertuang dalam dokumen pengumuman hasil akhir seleksi terbuka calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan KPK Nomor B/006/PANSELKPK/12/2025 yang diterima redaksi pada Rabu, 24 Desember 2025.

Dalam pengumuman tersebut, Tessa Mahardhika yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyelidikan KPK dinyatakan masuk tiga besar bersama dua kandidat lain, yakni Achmad Taufik dari internal KPK dan Farhan dari Kejaksaan.

Panitia Seleksi menyatakan penetapan ini dilakukan setelah mempertimbangkan seluruh tahapan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan KPK.

Dalam pengumuman yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Ranu Mihardja pada Selasa, 23 Desember 2025, ditegaskan bahwa tiga kandidat terbaik telah ditetapkan untuk setiap jabatan yang diseleksi.

“Mempertimbangkan hasil dari seluruh tahapan Seleksi Terbuka JPT Pratama di lingkungan KPK, dengan ini ditetapkan tiga kandidat terbaik untuk setiap jabatan,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Ranu juga menegaskan bahwa keputusan panitia seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Ketiga nama calon Direktur Penyelidikan KPK itu selanjutnya diserahkan kepada pimpinan KPK untuk dipilih satu orang yang akan menduduki jabatan strategis tersebut.

Selain posisi Direktur Penyelidikan, seleksi terbuka juga dilakukan untuk lima jabatan lainnya, yakni Kepala Biro Hukum, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Direktur Penuntutan, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, serta Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi.

Seleksi terbuka ini dimulai sejak 20 Oktober 2025 dan dijadwalkan berakhir pada akhir Desember 2025.

Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel oleh Panitia Seleksi yang melibatkan unsur internal dan eksternal.

Proses ini turut diawasi Badan Kepegawaian Negara melalui sistem i-MUT guna menjamin objektivitas dan integritas.

Panitia seleksi dari unsur eksternal diketuai Ranu Mihardja dengan anggota lintas institusi dan latar belakang, mulai dari pejabat kementerian, akademisi, hingga perwakilan lembaga antikorupsi.

Sementara panitia seleksi dari unsur internal KPK terdiri dari sejumlah deputi dan pejabat struktural di lingkungan KPK.

Sorotan terhadap Tessa tidak hanya datang dari proses seleksi.

Selama sekitar sebulan menjabat sebagai Plt Direktur Penyelidikan, KPK melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumatera Utara dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut pada Juni 2025.

Dua bulan berselang, KPK kembali melakukan OTT terkait dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, pada awal Agustus 2025.

Tidak lama kemudian, pada 13 Agustus 2025, KPK melakukan OTT terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan yang melibatkan PT Inhutani V.

Rangkaian OTT berlanjut pada 20 Agustus 2025. Saat itu, KPK melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan yang melibatkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel.

Tiga bulan setelahnya, tepatnya 3 November 2025, KPK kembali melakukan OTT dengan menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tahun anggaran 2025.

Selang beberapa hari, KPK kembali melakukan OTT dengan menangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terkait dugaan suap pengurusan jabatan dan proyek di RSUD dr. Harjono Ponorogo.

OTT berikutnya menyasar Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya terkait dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2025.

Pada Desember 2025, KPK bahkan melakukan OTT dua hari berturut-turut, masing-masing di Tangerang dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, serta di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dengan sejumlah tersangka dari unsur jaksa, kepala daerah, hingga pihak swasta.

Tessa Mahardhika sendiri sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara KPK sejak 7 Juni 2024. Ia kemudian diangkat sebagai Plt Direktur Penyelidikan KPK sejak 1 Mei 2025. Kini, namanya kembali masuk dalam pusaran penting penentuan arah penindakan KPK ke depan.

***

Mardan Amin Jurnalis IndoBisnis berkontribusi pada cerita ini.

Artikel ini diterbitkan IndoBisnis dengan judul: Tessa Mahardhika Melaju ke Tiga Besar Dirlidik KPK.

Disclaimer

Informasi yang disediakan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Kami tidak memberikan saran keuangan, hukum, atau pajak secara langsung.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial Anda. Konsultasikan dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments