Indobisnis.co.id Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memerintahkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Joint Special Operations Command/JSOC) untuk menyusun rencana invasi ke Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Laporan ini pertama kali diungkap media Inggris Daily Mail dan kemudian dikutip sejumlah media termasuk CNN Indonesia.
Menurut sumber yang dikutip Daily Mail, Trump disebut tengah bersemangat merebut Greenland setelah keberhasilan operasi militer AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Ia dikabarkan ingin “mengamankan” Greenland bagi Amerika Serikat sebelum Rusia atau China mengambil langkah serupa.
Rencana tersebut disebut mendapat penolakan dari kalangan pejabat militer senior AS. Para petinggi militer menilai invasi ke Greenland akan menjadi tindakan ilegal dan kecil kemungkinan memperoleh persetujuan Kongres.
Sejumlah sumber diplomatik menggambarkan para jenderal sedang berupaya “mengalihkan perhatian” Trump dari ide itu, bahkan dianalogikan seperti “mengendalikan anak berusia lima tahun” yang ngotot pada sebuah keinginan. Mereka khawatir langkah gegabah di Greenland akan menguras sumber daya militer dan memicu krisis politik besar.
Trump memandang Greenland sebagai aset strategis di kawasan Arktik yang kaya sumber daya alam dan penting bagi jalur laut serta pertahanan rudal. Dalam pemberitaan sebelumnya, Gedung Putih menyebut penguasaan Greenland sebagai salah satu prioritas keamanan nasional AS di bawah pemerintahan Trump.
Namun, rencana invasi ini justru memicu kekhawatiran serius di Eropa. Sejumlah diplomat Barat yang dikutip Daily Mail menduga, penguasaan Greenland bisa menjadi pintu masuk Trump untuk melemahkan dan bahkan menghancurkan NATO, karena aksi militer terhadap wilayah Denmark berpotensi memecah aliansi tersebut.
Pemerintah Denmark, yang selama ini telah menolak berbagai wacana pencaplokan Greenland, disebut memandang serius laporan rencana invasi tersebut. Pejabat Denmark dan Eropa mengingatkan bahwa setiap upaya militer terhadap Greenland akan dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan Denmark dan stabilitas keamanan Eropa.
Disclaimer
Informasi yang disediakan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Kami tidak memberikan saran keuangan, hukum, atau pajak secara langsung.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial Anda. Konsultasikan dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
