Jumat, Juli 17, 2026
spot_img
BerandaLIFE STYLEDari Tekanan Ekonomi Hingga Perubahan Nilai, Ini Alasan Anak Muda Menunda Pernikahan

Dari Tekanan Ekonomi Hingga Perubahan Nilai, Ini Alasan Anak Muda Menunda Pernikahan

Seiring perubahan zaman, pernikahan tampaknya tidak lagi menjadi prioritas utama bagi banyak anak muda di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika sosial yang terus berubah, menunda pernikahan kini dipandang sebagai pilihan yang lebih realistis dibanding terburu-buru membangun rumah tangga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan angka pernikahan dalam satu dekade terakhir. Pada 2014, jumlah pernikahan di Indonesia masih mencapai sekitar 2,1 juta peristiwa. Namun, angka tersebut terus menurun hingga menyentuh sekitar 1,47 juta pernikahan pada 2024 atau turun hampir 30 persen dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

Fenomena ini juga terlihat jelas pada kelompok usia muda. Berdasarkan Statistik Pemuda Indonesia 2025, sebanyak 71,04 persen penduduk berusia 16 hingga 30 tahun berstatus belum menikah. Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda kini memilih menunda pernikahan hingga merasa lebih siap secara finansial maupun emosional.

Sosiolog Universitas Indonesia, Dr. Nadia Yovani, M.Si, menjelaskan bahwa meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian pasar kerja, hingga mahalnya biaya membangun rumah tangga menjadi alasan utama banyak anak muda memilih menunda pernikahan.

Menurut Nadia, tren penurunan angka pernikahan di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, tetapi juga oleh perubahan cara pandang generasi muda terhadap pernikahan itu sendiri.

“Tren penurunan angka pernikahan di Indonesia utamanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan perubahan rasionalitas generasi muda,” ujar Nadia seperti dikutip dari ANTARA, 22 Januari 2026.

Senada dengan itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut persoalan ekonomi sebagai faktor dominan yang membuat generasi muda ragu untuk menikah dan memiliki anak. Tingginya biaya hidup, harga hunian yang terus meningkat, serta kebutuhan finansial untuk membesarkan anak menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan membangun keluarga.

Di luar persoalan ekonomi, perubahan prioritas hidup juga turut memengaruhi keputusan tersebut. Banyak anggota Generasi Z kini memilih menyelesaikan pendidikan, membangun karier, memperkuat kondisi finansial, hingga mengembangkan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan. Pernikahan tidak lagi dipandang sebagai penanda utama kedewasaan, melainkan sebagai keputusan jangka panjang yang membutuhkan kesiapan matang dari berbagai aspek kehidupan.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai sosial di kalangan generasi muda Indonesia. Menunda pernikahan bukan berarti menolak institusi keluarga, melainkan mencerminkan keinginan untuk membangun rumah tangga yang lebih stabil, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments