Sabtu, Juni 13, 2026
spot_img
BerandaUncategorizedEks Direktur Penyidikan KPK Jadi Inspektorat Jenderal Kementan

Eks Direktur Penyidikan KPK Jadi Inspektorat Jenderal Kementan

Jakarta, IndoBisnis — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melantik Irjen Pol Setyo Budiyanto sebagai Irjen Kementerian Pertanian.

Setyo merupakan jenderal polisi atau Irjen bintang dua yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam arahannya, Amran meminta Setyo Budiyanto mencegah segala praktik korupsi dan kejahatan yang mencoreng nama baik.

Amran menggambarkan kondisi Kementerian saat ini sedang mengalami El Nino internal dan eksternal.

“Tugas Saudara tangani El Nino internal. Lakukan tindakan preventif, bukan kuratif, kita cegah praktik korupsi agar kedepannya tidak ada lagi ajakan-ajakan yang tidak diinginkan dari penegak hukum,” kata Menteri Amran, Jumat 22 Maret 2024.

Ke depan, Amran ingin nama baik Kementerian kembali dihormati dan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai penyedia pangan bagi jutaan masyarakat Indonesia dan juga masyarakat internasional.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin ini yakin Setyo Budiyanto merupakan sosok yang tepat untuk melakukan pencegahan.

“Saya mohon kembalikan nama baik Kementerian agar dihormati dan mendapat kepercayaan masyarakat baik di dalam negeri maupun internasional. Saya yakin bisa. Apalagi kita punya niat baik, yaitu untuk Merah Putih. “ucap Amran.

Lebih lanjut Menkeu meminta Itjen Kementerian berkomunikasi dengan berbagai pihak, khususnya aparat penegak hukum (APH) baik dari Kepolisian, Kejaksaan, BPK, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi.

Langkah ini, kata Pendiri PT. Tiran, penting agar ke depan Indonesia bisa mencapai swasembada.

“Anda pernah di kepolisian, Anda pernah di KPK, Anda harus tahu apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu, saya minta Anda memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami ingin lebih baik dari lima tahun lalu,” kata Amran.

Amran diketahui tercatat membawa Indonesia menjadi negara terkuat dalam menghadapi ancaman dan krisis multidimensi.

Pada masa Amran (2014 – 2019), Kementerian mendapat predikat WTP pertama sejak kementerian berdiri, kemudian penghargaan anti gratifikasi dari lembaga antirasuah KPK tiga kali berturut-turut.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Membangun kembali kepercayaan satu sama lain demi pertanian Indonesia yang lebih baik,” harap Amran.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments