Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/CPI) 2025 yang dirilis oleh Transparency International menunjukkan penurunan signifikan bagi Indonesia. Skor Indonesia tercatat berada di angka 34 poin, turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 37 poin. Penurunan ini turut menyeret posisi Indonesia ke peringkat 109 dari 182 negara yang disurvei, mencerminkan memburuknya persepsi terhadap tingkat korupsi di sektor publik.
Penurunan skor tersebut menjadi perhatian serius di tengah upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga kepercayaan publik serta investor. Dengan skor 34, Indonesia berada di bawah rata-rata global yang mencapai 42 poin, sekaligus sejajar dengan sejumlah negara yang masih menghadapi tantangan besar dalam reformasi tata kelola pemerintahan.
Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia juga relatif tertinggal. Singapura masih menempati posisi teratas dengan skor 84 dan berada di jajaran negara dengan tingkat persepsi korupsi terendah di dunia. Sementara itu, Malaysia mencatat 52 poin, diikuti Timor Leste dengan 44 poin dan Vietnam dengan 41 poin. Thailand berada di angka 33 poin, sedangkan Filipina mencatat skor yang lebih rendah dibanding Indonesia.
Menanggapi hasil tersebut, Indonesia Corruption Watch menilai penurunan skor mencerminkan melemahnya ekosistem pemberantasan korupsi dalam beberapa tahun terakhir. Organisasi tersebut menyoroti isu konflik kepentingan, praktik nepotisme, serta dinilai menurunnya efektivitas penegakan hukum sebagai faktor yang memengaruhi persepsi publik dan komunitas internasional. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun Komisi Pemberantasan Korupsi terkait hasil laporan tersebut.
Pengamat menilai, capaian CPI tidak hanya berdampak pada citra internasional, tetapi juga berpotensi memengaruhi iklim investasi dan kepercayaan pasar. Oleh karena itu, penguatan reformasi institusi, peningkatan transparansi dalam tata kelola pemerintahan, serta konsistensi dalam penegakan hukum dinilai menjadi langkah penting untuk membalikkan tren penurunan ini.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk memastikan agenda pembangunan dan reformasi berjalan seiring dengan upaya pemberantasan korupsi yang kredibel. Publik kini menantikan langkah konkret pemerintah dalam menjaga integritas institusi sekaligus memulihkan kepercayaan nasional dan global.
