Sabtu, Juni 13, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalSudirman Said, Korupsi Jadi Ancaman Serius untuk Cita-Cita Indonesia 79 Tahun Merdeka

Sudirman Said, Korupsi Jadi Ancaman Serius untuk Cita-Cita Indonesia 79 Tahun Merdeka

JAKARTA, IndoBisnis – Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said, menegaskan bahwa meskipun Indonesia telah meraih berbagai pencapaian selama 79 tahun kemerdekaannya, penyakit korupsi masih menjadi ancaman besar bagi tujuan bangsa ini.

Ia menyebut bahwa tanpa mengatasi korupsi, Indonesia sulit keluar dari “jebakan pendapatan menengah” yang bisa menghambat kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Mustahil kita bisa terhindar dari ‘middle income trap’ jika kita tidak bisa keluar dari kubangan penyakit korupsi,” kata Sudirman saat berbicara kepada para pemimpin mahasiswa dalam acara Refleksi 79 Tahun Kemerdekaan di Rumah Kepemimpinan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/08/2024).

Sudirman, yang pernah menjabat sebagai Menteri ESDM periode 2014-2016, mengungkapkan bahwa Indonesia sebagai negara merdeka telah mencatat banyak kemajuan, mulai dari peningkatan pendidikan, pertumbuhan ekonomi yang stabil, hingga kemajuan infrastruktur dan perbaikan kesehatan masyarakat.

Namun, ia memperingatkan bahwa pola pikir instan dan praktik-praktik seperti pelanggaran aturan, aji mumpung, serta konflik kepentingan masih menjadi hambatan besar.

“Kita patut bersyukur karena sejak merdeka, kita terus mengalami kemajuan di berbagai bidang. Ekonomi kita bahkan berpotensi menjadi salah satu dari 10 kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Tapi potensi itu terancam oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tambah Sudirman.

Ia juga mengajak generasi muda untuk bercermin dari sejarah, di mana Indonesia berhasil melakukan koreksi dan perbaikan di setiap fase kritis perjalanan bangsa.

Dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Reformasi 1998, Sudirman menegaskan bahwa perubahan besar selalu dipelopori oleh kaum muda yang berjiwa bebas dan tanpa kepentingan pribadi.

“Kaum muda, kaum pergerakan, selalu menjadi kekuatan yang mampu mendorong perubahan besar. Mereka harus siap menjadi pemimpin yang mengedepankan akhlak mulia, pengetahuan luas, dan bebas dari vested interest,” tegasnya.

Sudirman juga menekankan pentingnya generasi muda mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia menuju kejayaannya di 100 tahun kemerdekaan.

“Menuju 100 tahun Merdeka, masa depan negeri ini bergantung pada pemimpin-pemimpin baru yang mengedepankan etika, pengetahuan, dan integritas,” tutupnya.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa penerima beasiswa dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan berbagai kampus lainnya di Jabodetabek.

Rumah Kepemimpinan, tempat acara digelar, telah menjadi inkubator kepemimpinan bagi lebih dari 2.000 pemimpin muda sejak berdiri pada tahun 2002.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments