Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalMitos Penjajahan 350 Tahun, Menguak Fakta di Balik Narasi Sejarah Indonesia

Mitos Penjajahan 350 Tahun, Menguak Fakta di Balik Narasi Sejarah Indonesia

JAKARTA, IndoBisnis – Selama ini, kita sering mendengar narasi bahwa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun.

Narasi ini telah melekat kuat dalam benak masyarakat Indonesia, seolah-olah menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan. Namun, benarkah Indonesia benar-benar dijajah selama itu?

Pada tahun 1968, seorang ahli hukum bernama Gertrudes Johannes Resink mematahkan mitos tersebut melalui karya tulisnya “Indonesia’s History Between the Myths: Essays in Legal History and Historical Theory”.

Dalam bukunya, Resink mengungkapkan bahwa klaim penjajahan 350 tahun oleh Belanda tidaklah akurat dan lebih merupakan konstruksi yang sengaja dibangun untuk tujuan tertentu.

Mengurai Mitos Penjajahan

Narasi penjajahan 350 tahun sering diambil dari periode kedatangan pertama orang Belanda ke Indonesia pada tahun 1596 hingga proklamasi kemerdekaan pada 1945.

Namun, ada beberapa hal penting yang perlu dikritisi. Pertama, ketika Belanda pertama kali tiba, mereka datang dengan niat berdagang, bukan menjajah.

Kolonialisme baru muncul kemudian, seiring dengan runtuhnya VOC dan terbentuknya pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1800.

Fakta lain yang sering terabaikan adalah bahwa pada masa itu, tidak ada satu wilayah Indonesia yang sepenuhnya dikuasai oleh Belanda secara serentak.

Banyak kerajaan lokal di Indonesia tetap independen hingga awal abad ke-20. Aceh, misalnya, baru berhasil dikuasai Belanda pada 1903, disusul oleh Bone pada 1905, dan Klungkung di Bali pada 1908.

Penelitian Resink dan Temuan Penting

Resink melakukan riset mendalam dengan meneliti dokumen hukum dan perjanjian kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara kerajaan-kerajaan lokal dan bangsa lain sering terjadi tanpa campur tangan VOC atau pemerintah kolonial.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia tidak berada di bawah kendali penuh Belanda hingga abad ke-20.

Jika dihitung dari saat Belanda benar-benar menguasai seluruh wilayah Indonesia, penjajahan hanya berlangsung sekitar 37 tahun, bukan 350 tahun seperti yang sering disebutkan.

Propaganda Penjajahan 350 Tahun

Meski sudah ada bukti yang mematahkan mitos ini, Belanda tetap mempromosikan narasi 350 tahun penjajahan sebagai bagian dari strategi propaganda mereka.

Pada 1936, misalnya, Gubernur Jenderal de Jonge dengan bangga menyebut bahwa Belanda telah menjajah Indonesia selama 300 tahun untuk menunjukkan kekuatan kolonial mereka.

Padahal, penguasaan total terhadap Indonesia baru terjadi setelah 1900.

Pengakuan dan Penghargaan untuk Resink

Gertrudes Johannes Resink dihormati di Indonesia karena kontribusinya dalam meluruskan sejarah. Atas jasanya, Presiden Soekarno memberikan kewarganegaraan Indonesia kepadanya pada 1950.

Sayangnya, meski temuan ini sudah ada, mitos penjajahan 350 tahun masih banyak dipercaya oleh masyarakat luas.

Kesimpulan

Fakta sejarah yang lebih akurat menunjukkan bahwa narasi penjajahan 350 tahun hanyalah mitos yang dibangun demi kepentingan tertentu.

Masyarakat Indonesia perlu lebih kritis dalam memahami sejarah, agar tidak terus terjebak dalam narasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.***

Sumber: CNBC Indonesia 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments