IndoBisnis – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, M.Si. menegaskan bahwa kawasan transmigrasi tidak boleh hanya bergantung pada anggaran negara, tetapi perlu melibatkan dunia usaha dan investor dalam membangun potensi ekonomi masyarakat.
“Kami sudah melakukan penjajakan untuk membangun peternakan sapi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur,” ujar Viva Yoga saat di wawancara.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mencadangkan 6.000 hektare kawasan transmigrasi, yang akan ditambah lagi 4.000 hektare untuk pengembangan peternakan sapi potong yang berasal dari Brazil.
“Brazil memiliki populasi sapi sekitar 200 juta ekor, lebih banyak daripada jumlah manusianya. Mereka sudah mulai investasi di Sumba Timur, dan kita telah beberapa kali rapat dengan Kementerian Pertanian dan PT ABI dari Brazil,” jelasnya.
Viva menyebut program ini bagian dari pengembangan investasi kawasan transmigrasi yang kini tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup perkebunan, pertambangan, peternakan, dan sektor maritim.
“Ini bagian dari paradigma baru transmigrasi yang inklusif dan berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
***
