- PT Wanatiara Persada dan PT Rimba Kurnia Alam terus memperkuat tanggung jawab sosialnya lewat program Kampung Sehat Tambang.
- Tak hanya menyentuh aspek fisik, mereka kini menyasar kesehatan mental ibu hamil dan kemandirian keluarga dalam pengobatan herbal melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
OBI — Perhatian terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah lingkar tambang mendapat sentuhan serius dari dua perusahaan besar, PT Wanatiara Persada (WP) dan PT Rimba Kurnia Alam (RKA).
Melalui program Kampung Sehat Tambang, sebanyak 30 ibu hamil (bumil) dari Desa Sambiki dan Desa Buton menerima psikoedukasi gratis dari tim psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun Ternate, Kamis (9/10/2025).
Ketua Tim FKIK Unkhair, dr. Nurmala Dewi, S.Ked., MHPE, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan mental para ibu hamil agar mampu menghadapi proses kehamilan dan persalinan dengan lebih tenang.
“Kesehatan mental ibu hamil sangat penting untuk kesehatan janin dan proses persalinan. Kami memberikan edukasi mengenai persiapan mental, dukungan psikologis, hingga cara mengatasi kecemasan menjelang persalinan,” ujar dr. Nurmala.
Menurutnya, banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa perubahan emosi selama masa kehamilan adalah hal normal. Melalui psikoedukasi ini, para peserta diajak memahami dinamika emosional serta cara mengelola stres dengan lebih sehat.
“Banyak ibu hamil tidak tahu bahwa perubahan emosi yang mereka alami itu normal. Dengan psikoedukasi, mereka jadi lebih siap secara mental menghadapi kehamilan dan persalinan,” jelasnya.
Program psikoedukasi tersebut diberikan kepada 25 bumil di Desa Sambiki dan 5 bumil di Desa Buton. Kegiatan ini sekaligus memperluas jangkauan Kampung Sehat Tambang yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga aspek psikologis.
Dr. Nurmala menjelaskan bahwa ibu hamil termasuk kelompok rentan yang sering menghadapi tekanan emosional akibat perubahan hormon, situasi sosial, dan lingkungan kerja suami yang terkadang berat di kawasan industri.
Pendampingan psikologis ini, katanya, dapat meningkatkan ketahanan mental sekaligus mencegah gangguan depresi ringan hingga berat.
Selain psikoedukasi untuk bumil, tim farmasi FKIK Unkhair juga menggandeng masyarakat setempat dalam program Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Sebanyak 35 kepala keluarga mendapatkan bibit tanaman obat lengkap dengan panduan penanaman dan perawatan.
“Kami memberikan bibit seperti kelor, kumis kucing, serai, dan tanaman obat lainnya. Tujuannya agar masyarakat bisa mandiri menjaga kesehatan dengan memanfaatkan tanaman obat yang ada di pekarangan sendiri,” ungkap dr. Nurmala.

Program TOGA ini dinilai sebagai langkah strategis menuju kemandirian kesehatan masyarakat. Dengan memanfaatkan kearifan lokal, warga diharapkan tidak hanya bergantung pada obat medis, tetapi juga mampu mengolah tanaman herbal menjadi alternatif pengobatan rumahan.
Tim farmasi tak sekadar membagikan bibit, tetapi juga melakukan praktik langsung bersama peserta di pekarangan rumah.
“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar bisa menanam dan merawat tanaman obat tersebut. Makanya ada pendampingan langsung agar hasilnya berkelanjutan,” tegas dr. Nurmala.
Komitmen PT WP dan PT RKA dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tampak dari cara mereka menyusun program berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Kedua perusahaan bahkan menyiapkan pendampingan lanjutan untuk memastikan tanaman tumbuh baik dan dimanfaatkan optimal.
Sekretaris Camat Obi, Fahdin Bahrudin, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai langkah ini sebagai contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri yang menghasilkan dampak langsung bagi warga.
“Ini contoh CSR yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar membagi-bagi, tapi memberdayakan,” ujarnya.
Program Kampung Sehat Tambang yang digelar pada 7–9 Oktober 2025 ini memperlihatkan model CSR yang tidak hanya seremonial, tetapi menyentuh akar persoalan kesehatan masyarakat di Pulau Obi. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, PT WP dan PT RKA menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan warga lingkar tambang.
****
