Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI ANALISISProyek Waste to Energy Danantara Pacu Saham OASA dan TOBA Melambung

Proyek Waste to Energy Danantara Pacu Saham OASA dan TOBA Melambung

Analis mengingatkan kenaikan harga sudah memasukkan sentimen positif,dan kini pasar menunggu realisasi proyek.

 

 

Pengumuman rencana tender Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) oleh Danantara Indonesia memantik sentimen positif pada sejumlah saham emiten yang memiliki portofolio waste to energy (WTE).

Dua saham yang menjadi pusat perhatian adalah PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) dan PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), yang tercatat mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (10/10/2025).

Melansir Pada pukul 14.36 WIB, saham OASA melonjak 5,59% ke level Rp302. Kenaikan ini melanjutkan momentum positif yang telah mendorong sahamnya naik 114,18% sejak awal tahun.

Sementara itu, saham TOBA tidak kalah perkasa, meroket 4,55% ke Rp1.380, yang mencerminkan kenaikan fantastis sebesar 245,48% year-to-date (ytd). Lonjakan ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak lesu pada waktu yang sama.

Kinerja kedua emiten ini didorong oleh portofolio proyek WTE yang konkret. Secara tidak langsung, manajemen OASA mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini memiliki dua proyek PSEL yang sedang dalam tahap persiapan konstruksi, yaitu di Tangerang dan Jakarta.

Proyek PSEL di Jakarta sendiri ditargetkan beroperasi penuh pada 2029 dan diyakini akan menjadi kontributor kinerja keuangan jangka panjang.

Di sisi lain, TOBA telah membukukan hasil nyata dari bisnis pengolahannya. Sepanjang semester I/2025, unit usaha pengolahan limbah TOBA telah menyumbang pendapatan sebesar US$59,6 juta dengan EBITDA mencapai US$10 juta.

Dengan gaya kutipan tidak langsung, kinerja apik ini tidak lepas dari strategi ekspansi melalui akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd. pada Maret 2025 dan Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. pada Mei 2025, yang memperluas kapabilitas perseroan di sektor pengolahan limbah skala regional.

Meski demikian, untuk proyek spesifik PSEL, manajemen TOBA menyatakan akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangannya, termasuk dari sisi pembiayaan.

Meski menunjukkan tren positif, analis pasar mengingatkan investor untuk tetap waspada. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai kenaikan saham emiten WTE sepanjang tahun ini sudah memasukkan sentimen positif proyek PSEL Danantara.

“Sebenarnya sudah ter-priced in, tapi tinggal implementasinya yang kita harus tunggu. Karena kalau tidak ada implementasi ke depan, itu akan jadi sentimen negatif,” ujar Nafan, Minggu 12 Oktober 2025 dikutip dari Bisnis.

Dukungan political will pemerintah, kepastian hukum, dan gelontoran dana dari Danantara menjadi fondasi sentimen positif tersebut.

Hal ini terbukti dari penerbitan Obligasi Patriot atau Patriot Bonds yang menghimpun komitmen 46 investor sebesar Rp51,75 triliun per 19 September 2025, melebihi target Rp50 triliun. Dana segar ini, antara lain, akan dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek PSEL.

Pada penutupan perdagangan, IHSG berhasil berbalik menguat 0,08% ke level 8.257. Saham TOBA ditutup menguat 2,65% di Rp1.355, OASA naik 4,90% ke Rp300, dan saham BIPI, emiten yang juga akan menjalankan proyek WTE tahun depan, menguat 5,15% ke Rp102.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments