Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img
BerandaLINGKUNGANMediasi PT JAS–Warga Wasile Reda Sementara, Ancam Pemalangan Jilid II Menguat

Mediasi PT JAS–Warga Wasile Reda Sementara, Ancam Pemalangan Jilid II Menguat

  • Janji yang Menggantung, Warga Desak Kepastian Kompensasi dan Pembebasan Lahan.

 

Upaya mediasi antara masyarakat dan pihak PT Jaya Abadi Semesta (PT JAS) terkait aksi spontan pemalangan Jalan Holling berlangsung pada Senin (10/11) pukul 09.00 WIT dua minggu lalu, bertempat di kediaman Nasrun, perwakilan perusahaan.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Polsek Wasile ini bertujuan meredam ketegangan dan mencari titik temu atas tuntutan warga yang selama ini merasa dirugikan.

Dalam proses mediasi tersebut hadir perwakilan PT JAS, yakni Stevi dan Nasrun, perwakilan masyarakat pemalang Kadim, serta anggota Polsek Wasile Bripda Hirwan.

Warga yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, pembayaran kompensasi atas lahan yang terdampak limbah sedimentasi dari operasi perusahaan, dengan nilai sebesar Rp50.000.000. Kedua, kepastian pembebasan lahan di Blok 4 yang termasuk dalam area pertambangan PT JAS.

Warga menegaskan bahwa kompensasi tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan atas dampak yang mereka alami. “Kami hanya meminta hak kami yang sudah seharusnya dituntaskan,” ujar salah satu warga dalam forum mediasi.

Pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka belum dapat mengambil keputusan langsung mengenai dua tuntutan tersebut.

Manajemen PT JAS menegaskan akan mengoordinasikan tuntutan warga kepada pimpinan perusahaan dan menyampaikan hasilnya dalam waktu dekat. Hingga kini, masyarakat mengaku belum menerima kabar lanjutan dari pihak perusahaan.

Mediasi yang berlangsung hingga pukul 10.15 WIT itu menghasilkan kesepakatan awal. Warga sepakat membuka kembali pemalangan Jalan Holling setelah PT JAS diminta segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat kepada jajaran pimpinan perusahaan.

Usai mediasi, aksi pemalangan dihentikan sepenuhnya. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Wasile dilaporkan tetap aman dan kondusif

Meski kondisi sempat mereda, warga kini kembali mempertanyakan tindak lanjut yang belum kunjung datang. Mereka menyebut sudah ada langkah mediasi yang dilakukan, namun tidak dibarengi dengan kepastian apa pun dari perusahaan maupun kejaksaan.

Kadim, perwakilan masyarakat pemalang, tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia menyampaikan bahwa masyarakat semakin kecewa atas janji yang tidak ditepati.

“Sampai saat ini belum ada kepastian. Saya sangat kecewa atas janji-janji yang tidak tepat sesuai harapan. Hal ini akan terus berlanjut apabila semua pihak yang terlibat dalam pertemuan tersebut tidak menunjukkan langkah konkret. Saya pastikan perusahaan akan tidak aman, tetap dilakukan pemalangan jilid ke-2,” tegasnya.

*(Penulis: Yusri Wartawan IndoBisnis) *

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments