IndoBisnis – Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menikmati momen istimewa saat dijamu oleh konten kreator kuliner asal Yunnan, Dianxi Xiaoge, dalam pertemuan hangat yang berlangsung di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok.
Dalam suasana yang tenang dengan latar Danau Fuxian, Megawati menyempatkan diri melihat bahan-bahan makanan tradisional yang disiapkan oleh Dianxi Xiaoge di atas meja. Pertemuan itu berlangsung akrab, dan Megawati tampak penasaran dengan bahan alami yang biasa digunakan Dianxi dalam kontennya.
“Saya mengikuti konten-konten yang dibagikan Dianxi Xiaoge,” ungkap Megawati sambil tersenyum, melalui keterangan tertulis di terima IndoBisnis, Jumat (18/7/2025).
Dianxi Xiaoge, foodblogger dengan lebih dari 11,8 juta pengikut di kanal YouTube, dikenal luas karena menyajikan masakan tradisional Tiongkok berbahan hasil kebun dan tanaman lokal. Dalam kesempatan tersebut, Dianxi memasak langsung untuk Megawati sejumlah menu khas Yunnan.
Beberapa menu yang dihidangkan antara lain:
Tumis Rebung
Sambal Tomat Pohon dengan Kerupuk Kulit Sapi
Sapi Panci Tembaga Baoshan
Goreng Ru Shan, camilan renyah khas Yunnan
Kacang Polong Shidian, makanan ringan dari bubur kacang polong kering.
Yang istimewa, seluruh masakan disajikan secara tradisional di atas alas jerami, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Yunnan.
“Masakannya enak dan penyajiannya sangat khas. Saya sangat menikmatinya,” kata Megawati usai mencicipi masakan Dianxi.
Setelah menyantap hidangan, Megawati dan Dianxi Xiaoge berfoto bersama, tampak hangat dan penuh keakraban. Di akhir pertemuan, keduanya bertukar cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan kenangan.
Sebelum berpisah, Megawati sempat menanyakan kabar Dawang, anjing peliharaan Dianxi yang sering muncul dalam video memasaknya.
“Salam ya sama Dawang,” ucap Megawati disambut tawa ringan.
“Saya tahu dia sejak masih kecil,” tambahnya.
Pertemuan ini menjadi simbol sederhana namun bermakna tentang diplomasi budaya, mempererat hubungan antara dua bangsa melalui kuliner dan kreativitas digital.
***
