- Percakapan WhatsApp Bocor, Dugaan Manipulasi Anggaran Desa Menguak di Halmahera Selatan
Bocornya percakapan WhatsApp “Apdesi Halmahera Selatan” menyingkap dugaan tekanan dari pejabat daerah kepada para kepala desa untuk mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) menjelang pencairan gaji November–Desember.
Tujuannya, diduga kuat untuk membiayai retret kepala desa dan camat ke Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat.
Tangkapan layar yang beredar luas memperlihatkan pesan langsung dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halmahera Selatan, M. Zaki Abdul Wahab, kepada para kepala desa.
“Segera yg belum lakukan abpdes perubahan lakukan, sebelum cair gaji November–Desember. Penting tu,” tulis Zaki dalam grup WhatsApp Apdesi Halmahera Selatan.
Pesan itu memantik reaksi cepat dari beberapa kepala desa. Kades Akedabo, Viktor, menanggapi:
“Siaap, kt punya sebentara pendamping ada perubahan.”
Disusul oleh Kades Wayasipang, Nasar, yang menulis singkat:
“Siap p Kadis.”
Namun, pesan lanjutan dari Viktor kemudian menjadi sorotan tajam publik:
“Perubahan APBDes, kase masuk angaran RET.”
Kata “RET” diduga merujuk pada kegiatan retret kepala desa dan camat yang disebut-sebut sebagai “pembinaan kepemimpinan” di IPDN Jatinangor.
Namun, publik menilai kegiatan tersebut tidak termasuk dalam prioritas pembangunan desa sebagaimana diatur dalam ketentuan penggunaan dana desa.
Hingga berita ini diturunkan, Kadis DPMD Halmahera Selatan, M. Zaki Abdul Wahab, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi IndoBisnis.
Sikap bungkam itu justru menambah kuat dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di balik instruksi perubahan APBDes menjelang akhir tahun anggaran.
***
