Minggu, April 26, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISTidore Jual Potensi ke Investor, Hilirisasi Rempah Jadi Arah Baru

Tidore Jual Potensi ke Investor, Hilirisasi Rempah Jadi Arah Baru

  • Ringkasan Berita:
  • Pemkot Tidore Kepulauan menawarkan peluang investasi berbasis rempah, kelautan, dan pariwisata dalam forum bisnis di Jakarta.
  • Hilirisasi ditegaskan sebagai strategi utama, dengan komitmen menjaga keseimbangan ekonomi dan ekologi.

IndoBisnis – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mulai menggeser arah pembangunan ekonomi ke jalur yang lebih strategis. Ahmad Laiman tampil sebagai pemateri utama dalam Business and Investment Forum: Tidore & Ternate yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Forum ini menjadi ajang “jual potensi” daerah kepada investor, sekaligus menegaskan transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Mengusung tema transformasi jalur rempah melalui hilirisasi, Ahmad Laiman menekankan bahwa pembangunan ekonomi Tidore tidak boleh semata mengejar angka pertumbuhan.

“Kami memfokuskan pertumbuhan pada tiga sektor unggulan: pertanian rempah, perikanan kelautan, dan pariwisata berbasis konservasi. Tidore siap menyediakan lahan dan akomodasi untuk mendukung kemajuan Maluku Utara, namun tetap menjaga keanekaragaman hayati, termasuk wilayah konservasi lumba-lumba sebagai daya tarik utama,” ujarnya.

Potensi Besar, Nilai Tambah Tertahan. Data yang dipaparkan menunjukkan kapasitas produksi yang signifikan. Kelapa mencapai 9.566 ton, pala 299 ton, dan cengkeh 265 ton. Namun, persoalan klasik masih membayangi: nilai tambah belum dinikmati daerah.

Hasyim Daeng Barang menegaskan perlunya pergeseran dari ketergantungan pada sektor tambang menuju hilirisasi perkebunan.

Ia menyatakan bahwa selama ini nilai tambah pala dan cengkeh justru dinikmati daerah lain karena minimnya industri pengolahan di wilayah asal. Pemerintah, kata dia, siap memfasilitasi investor untuk membangun pabrik langsung di Tidore dan Ternate.

Kelautan Siap Jadi Mesin Baru. Selain rempah, sektor kelautan menawarkan peluang besar. Produksi cakalang dan tongkol hampir 10.000 ton per tahun, membuka ruang investasi pada industri cold storage, fillet tuna, hingga pembangunan galangan kapal.

Ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor riil berbasis kelautan siap menjadi motor pertumbuhan baru.

Perizinan Jadi Kunci Daya Saing. Saribua Siahaan menyoroti pentingnya reformasi birokrasi.

Ia menekankan perlunya perubahan pola pikir pemerintah daerah untuk mempermudah perizinan melalui digitalisasi agar daya tarik investasi di kawasan timur semakin kompetitif.

Bukan Sekadar Forum. Alwis Rustam menyebut Tidore dan Ternate sebagai “mutiara yang masih terpendam” dengan potensi besar namun belum tergarap maksimal.

Ia menegaskan bahwa forum ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

UMKM Disiapkan Naik Kelas. Sementara itu, Handi Susila memastikan dukungan terhadap penguatan UMKM.

Ia menyatakan secara tidak langsung bahwa pembinaan, kurasi produk, serta integrasi dengan dunia industri dan pendidikan akan menjadi kunci agar produk lokal mampu naik kelas.

Budaya Tetap Jadi Fondasi. Di tengah agenda bisnis, identitas budaya tetap ditonjolkan. Fashion show tenun khas Puta Dino Kayangan oleh komunitas Fomatika Jakarta menjadi simbol bahwa transformasi ekonomi tetap berpijak pada akar budaya lokal.

Melalui DPMPTSP, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menjamin kemudahan perizinan. Dengan tingkat kompetisi yang relatif rendah dan peluang first mover advantage, investor didorong untuk segera masuk. Pesannya tegas,potensi besar sudah tersedia, eksekusi kini menjadi penentu.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Tidore Jual Potensi ke Investor, Hilirisasi Rempah Jadi Arah Baru.

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments