Penulis : Teddy Gusnaidi Wakil Ketua Umum dan Juru Bicara Partai Garuda.
IB | Jakarta. — Ketika PAN dan Golkar menyatakan mendukung Prabowo, muncul tuduhan bahwa ada kekuatan besar yang mendikte dua Partai ini, tentu saja arahnya ke Jokowi, seolah-olah jokowi yang mendikte. Kalau begitu, PPP dan PDIP mendukung Ganjar, apakah itu didikte Jokowi juga? Apakah Partai yang mendukung Anies Baswedan karena didikte Jokowi juga?
Akan tetapi ketika dikatakan bahwa Jokowi sama sekali tidak terlibat dalam urusan Capres, tentu sangat naif, karena Jokowi adalah politisi sekaligus negarawan, tentu Jokowi punya penilaian dan pilihan sendiri, mana calon-calon yang bisa meneruskan dan menyempurnakan kerjanya untuk kemaslahatan bangsa.
Sudah pasti Jokowi akan akan berupaya agar supaya calon-calon yang beliau nilai bisa membawa bangsa ini lebih baik kedepan, dipilih oleh Partai Politik. Caranya adalah dengan mengendorse calon-calon yang beliau harapkan bisa meneruskan kerjanya.
Apalagi memang sudah waktunya Partai-partai menentukan Capres, karena sesuai aturan main, mereka wajib mengusung salah satu calon Presiden, jika tidak, maka Partai Politik tersebut mendapatkan sanksi tidak bisa ikut pada Pemilu selanjutnya. Jadi mau tidak mau sudah harus menentukan pilihan, dan inilah pilihan para Partai.
Jika para calon yang diendorse Jokowi akhirnya bisa diusung oleh Partai Politik, itulah seni dalam berpolitik dan itu bukan hal yang tabu apalagi dilarang, karena ini bagian dari strategi keberlanjutan kerja untuk bangsa ini.
