Senin, Juni 1, 2026
spot_img
BerandaHUKUM DAN KRIMINALKetua KPK Nawawi Pomolango Perintahkan Penyidik Abaikan Permintaan Megawati

Ketua KPK Nawawi Pomolango Perintahkan Penyidik Abaikan Permintaan Megawati

JAKARTA, IndoBisnis – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango memerintahkan penyidik yang memburu buron Harun Masiku untuk tidak menggubris permintaan menghadap Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, Megawati menantang AKBP Rossa Purbo Bekti, kepala satuan tugas (kasatgas) penyidik kasus Harun, untuk menghadap dirinya.

“Kasatgas Rossa tetap melanjutkan kerja-kerjanya sesuai Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) yang diberikan kepadanya tanpa harus menanggapi segala hal yang bisa mengganggu kerja-kerjanya,” ujar Nawawi saat dihubungi IndoBisnis.co.id pada Senin, 8 Juli 2024.

Nawawi menegaskan bahwa pekerjaan Rossa memburu Harun Masiku berbekal surat perintah penyidikan dari pimpinan KPK, bukan pekerjaan yang dilakukan secara personal.

“Kami pimpinan yang bertanggung jawab atas kerja-kerja para kasatgas sidik,” kata Nawawi.

Alexander Marwata Wakil Ketua KPK, kepada wartawan usai menghadiri acara ‘Rakornas Penguatan Komitmen Pengawasan Penyelenggaraan Pemda dalam Pemberantasan Korupsi’ di gedung KPK, Jakarta pada Senin, 8 Juli 2024. ( Mardan Amin/IndoBisnis.co.id )

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata juga menolak menanggapi permintaan Megawati.

“Saya tidak akan menjawab terkait persoalan itu,” ujarnya saat ditanya wartawan di Jakarta pada Senin, 8 Juli 2024.

Alex menjelaskan bahwa dalam melakukan pemeriksaan, KPK tidak pernah menyinggung afiliasi atau politik tertentu.

“Kami selalu menyampaikan bahwa KPK dalam menangani perkara korupsi tidak pernah menyinggung afiliasi politik para pihak yang menjadi tersangka atau sedang diperiksa,” kata Alex.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sebelumnya menantang AKBP Rossa Purbo Bekti untuk menghadap dirinya. Rossa merupakan penyidik dalam kasus suap yang melibatkan kader PDI-P dan buronan KPK, Harun Masiku.

“Saya berani kalau umpamanya suruh datang Rossa, ngadepin aku,” kata Megawati dalam pidatonya di hadapan kader PDI-P pada acara pengucapan sumpah janji jabatan pengurus DPP PDI-P masa bakti 2019-2024 yang diperpanjang hingga 2025, pada Jumat, 5 Juli 2024.

Megawati menyinggung bahwa KPK merupakan lembaga yang dibentuk saat masa pemerintahannya sebagai presiden kelima RI, sedangkan Rossa yang berpangkat AKBP dianggap setara dengan letkol.

“Orang KPK yang bikin itu saya. Panggil dia aja, pangkatnya apa? Baru letkol saja, belum jenderal,” kata Megawati.

Dalam kasus ini, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto sudah dua kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK.

Lembaga antirasuah itu juga menyita ponsel serta buku catatan Hasto yang diklaim terdapat informasi internal partai di dalamnya.

Megawati meminta agar kader-kadernya tidak takut menghadapi pemanggilan aparat penegak hukum dan menantang awak media untuk menulis soal tantangannya terhadap Rossa.

Kasus Harun Masiku yang telah menjadi sorotan publik semakin memanas dengan adanya pernyataan dari Megawati ini.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments