Halmahera Tengah, IndoBisnis – Pj. Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Ikram Sangaji, menyatakan bahwa penanganan fisik terhadap banjir di kawasan Lukolamo harus ditunda.
Penundaan ini disebabkan oleh curah hujan yang masih tinggi, yang membuat kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan fisik saat ini.
Meski demikian, Ikram telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI/Polri untuk terus memantau dan menjaga jalur kendaraan agar tetap berfungsi.
“Kami berkomitmen untuk memastikan jalur kendaraan tetap aman dan tidak ditutup meskipun banjir masih berlangsung,” jelas Ikram Sangaji saat konfirmasinya oleh IndoBisnis.co.id pada Minggu, 21 Juli 2024.
Lukolamo, yang merupakan salah satu daerah penghasil nikel, dikenal sering mengalami banjir setiap tahun.
Ikram menekankan perlunya langkah-langkah lebih lanjut, seperti normalisasi dan penataan bangunan di sepadan sungai, untuk menangani masalah banjir secara menyeluruh.
Pada tahun 2023, Pemerintah Daerah bersama PT. IWIP telah meluncurkan program Kali Kobe sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir.
Namun, program ini masih menghadapi kendala terkait lahan dan bangunan di sepadan sungai yang dimiliki oleh masyarakat dan disewakan sebagai toko serta kios.
“Penyelesaian masalah lahan dan bangunan di sepadan sungai harus menjadi prioritas utama agar program normalisasi dapat berjalan lancar,” tambah Ikram.
Pemerintah Daerah berharap kolaborasi antara berbagai pihak dapat mempercepat penanganan banjir di kawasan Lukolamo dan mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat.***
