Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaJurnalismeAjudan Bahlil Diduga Pukul Wartawan, Golkar Minta Jangan Dibesar-besarkan

Ajudan Bahlil Diduga Pukul Wartawan, Golkar Minta Jangan Dibesar-besarkan

  • Ringkasan Berita
  • Ajudan Bahlil Lahadalia diduga melakukan pemukulan terhadap wartawan Arfandi Atim saat Musda Golkar Maluku Utara.
  • Korban mengaku dipukul di bagian rusuk saat wawancara berlangsung. Pihak Golkar meminta agar kejadian tidak dibesar-besarkan, sementara AJI Ternate tengah mendalami kasus tersebut.

IndoBisnis — Insiden kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng ruang demokrasi. Seorang ajudan Ketua DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, diduga melakukan pemukulan terhadap wartawan Haliyora, Arfandi Atim, dalam kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD I Partai Golkar Maluku Utara, Minggu (12/4/2026).

Peristiwa terjadi di Gamalama Ballroom, Hotel Bela, sekitar pukul 15.20 WIT, saat para awak media tengah melakukan wawancara dengan Bahlil. Suasana yang awalnya kondusif mendadak berubah tegang ketika salah satu ajudan diduga bertindak represif terhadap jurnalis.

Menurut keterangan korban, insiden bermula saat ajudan berusaha menarik bajunya untuk menjauh dari posisi narasumber. Namun, tindakan tersebut berujung pada kekerasan fisik.

“Kami ada ramai-ramai wawancara, tiba-tiba ajudannya Pak Bahlil langsung tarik baju, tidak lama melayangkan pukulan masuk di rusuk kanan lagi,” ujar Arfandi dikutip RadarMalut

Secara tidak langsung, peristiwa ini memperlihatkan lemahnya perlindungan terhadap jurnalis di ruang-ruang publik, bahkan dalam kegiatan resmi partai politik.

Arfandi mengaku mengalami pukulan di bagian rusuk kanan. Ia menegaskan bahwa kejadian berlangsung cepat di tengah kerumunan wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan.

Alih-alih mendapat pembelaan, respons dari internal partai justru menuai sorotan. Sekretaris DPD I Partai Golkar Maluku Utara, Arifin Djafar, meminta agar insiden tersebut tidak diperbesar.

“Babadiam kabawa (berdiam saja), jangan kasih besar,” ucap Arifin.

Pernyataan ini secara tidak langsung memicu kritik, karena dinilai mengabaikan prinsip perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis.

Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate menyatakan tengah mendalami kasus tersebut. Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menyebut pihaknya sedang mengumpulkan kronologi untuk menentukan langkah lanjutan.

“Iya, AJI lagi minta kronologi untuk bersikap,” ujarnya.

Secara tidak langsung, langkah AJI menjadi indikator bahwa kasus ini berpotensi berlanjut ke ranah advokasi yang lebih luas, terutama terkait perlindungan jurnalis dari tindakan kekerasan.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa kerja jurnalistik di lapangan masih menghadapi risiko serius, bahkan di ruang resmi yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan informasi.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Ajudan Bahlil Diduga Pukul Wartawan, Golkar Minta Jangan Dibesar-besarkan

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments