JAKARTA, IndoBisnis – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik Achmad Muchtasyar sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) pada Kamis (16/1). Jabatan ini sempat kosong sejak Tutuka Ariadji pensiun pada 1 Mei 2024, dan selama ini diisi sementara oleh Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM.
Dalam sambutannya, Bahlil mengingatkan bahwa sektor migas menghadapi banyak tantangan yang membutuhkan kepemimpinan tegas. Salah satunya adalah menekan penurunan lifting minyak yang signifikan, sementara kebutuhan energi domestik terus meningkat.
“Saya perintahkan mulai koordinasi dengan Kepala SKK Migas. Tugas kita menaikkan lifting. Akhir tahun lalu lifting kurang dari 600 ribu barel per hari. Masalah illegal drilling juga perlu ditangani dengan bantuan inspektor,” ujar Bahlil dikutip pada, Kamis (16/1).
Lebih lanjut, Bahlil meminta Achmad untuk memprioritaskan penyelesaian tender 60 blok migas pada tahun 2028. Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap wilayah kerja migas yang sudah selesai Rencana Pengembangan (Plan of Development/POD) namun tidak kunjung beroperasi.
“Saya minta tahun 2027 sudah ditenderkan. Jangan ditahan. Segera evaluasi wilayah yang sudah selesai POD tapi tidak jalan,” tambahnya.
Bahlil juga menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang tidak memenuhi target pengembangan. Menurutnya, pemerintah siap mencabut izin perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban, tanpa memandang apakah perusahaan tersebut BUMN atau swasta.
“Kalau memang izinnya harus dicabut, ya kita lakukan. Kita mendukung dunia usaha, tapi jangan sampai dunia usaha yang mengatur negara,” katanya.
Pelantikan Achmad Muchtasyar membawa harapan baru untuk sektor migas nasional. Pemerintah optimistis, melalui peningkatan lifting minyak, percepatan tender blok migas, dan pengawasan ketat, sektor ini dapat kembali berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.***
