IndoBisnis – Ketegangan bersenjata antara India dan Pakistan kembali meningkat secara signifikan. Sebuah jet tempur supersonik F-16 milik Pakistan dilaporkan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara India pada Kamis malam (8/5/2025), saat pesawat tersebut mencoba melakukan serangan lintas batas ke wilayah Jammu.
Sumber di New Delhi mengungkapkan kepada NDTV, “Jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat itu ditembak jatuh oleh rudal permukaan-ke-udara India di dekat pangkalan udara Sargodha, Pakistan.” Serangan ini disebut sebagai tanggapan atas upaya Pakistan menyerang wilayah India menggunakan drone dan rudal.
Sementara itu, Islamabad sebelumnya mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India, terdiri dari tiga Rafale buatan Prancis, satu MiG-29 Fulcrum, dan satu Su-30MKI Flanker-H. “Ketiga Rafale ditembak jatuh oleh jet J-10 buatan China,” ujar seorang juru bicara militer Pakistan seperti dikutip media lokal. Namun, hingga berita ini diturunkan, Pakistan belum memberikan pernyataan resmi terkait kehilangan jet tempur F-16.
Jet F-16 tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Sargodha, yang dikenal sebagai markas strategis utama Angkatan Udara Pakistan. Pangkalan ini terletak di Provinsi Punjab, sekitar 270 kilometer dari perbatasan internasional dengan India. Lokasi ini juga digunakan selama konflik besar pada tahun 1965 dan 1971.
Pesawat F-16 mulai digunakan Pakistan sejak akhir 1980-an. Pesawat tersebut telah mengalami berbagai peningkatan teknologi dan terakhir digunakan secara aktif saat konflik Balakot pada 2019. Dalam konflik itu, sebuah MiG-21 India yang dipiloti Komandan Sayap Abhinandan menembak jatuh satu F-16 Pakistan dalam duel udara pertama sejak 1971.
Di tengah eskalasi konflik, Pakistan juga melancarkan serangan ke beberapa wilayah India menggunakan drone dan rudal. Serangan diarahkan ke daerah RS Pura, Arnia, Samba, dan Hiranagar di Jammu yang dilaporkan terkena tembakan artileri berat.
Kawasan strategis Pathankot di Punjab, yang hanya berjarak 30 kilometer dari perbatasan internasional, turut menjadi sasaran tembakan Pakistan. Pemerintah India memberlakukan pemadaman listrik di berbagai kota, termasuk Chandigarh dan Mohali, serta meminta warga tetap di dalam rumah. Sirene peringatan dibunyikan dan toko-toko diminta tutup.
Staf Pertahanan Terpadu (IDS) India dalam pernyataannya mengatakan, “Pakistan menyerang Stasiun Militer di Jammu, Pathankot, dan Udhampur menggunakan rudal dan drone. Tidak ada kerugian, karena seluruh ancaman berhasil dinetralisir oleh Angkatan Bersenjata India secara kinetik dan non-kinetik.”
IDS menambahkan bahwa sistem pertahanan udara India berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone Pakistan dengan mengaktifkan jaringan Sistem Pesawat Nirawak (UAS Grid). Selain itu, India juga mengerahkan sistem pertahanan S-400 untuk menjatuhkan rudal yang mengarah ke wilayahnya.
India juga dikabarkan melakukan serangan balik dengan menargetkan situs radar pertahanan udara Pakistan di wilayah Lahore. Menurut laporan kantor berita ANI,
“Sistem S-400 digunakan untuk menghantam target bergerak, disusul pengerahan drone tempur HARPY yang berhasil melumpuhkan sistem radar musuh.”
Pemerintah India mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bukti serangan Pakistan berupa puing-puing rudal dan drone telah ditemukan di berbagai titik, memperkuat klaim bahwa agresi telah dilakukan secara terang-terangan oleh Pakistan.
Situasi ini menandai peningkatan eskalasi militer paling serius sejak konflik udara 2019. Ancaman perang terbuka membayangi kedua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir, dan komunitas internasional mulai menyerukan deeskalasi.***
