Konsultasi publik PT STS menjadi momentum pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat Maba dan Maba Tengah
IndoBisnis – Di tengah udara sejuk pagi Ternate, Kamis (14/8/2025), puluhan tokoh masyarakat dari Kecamatan Maba dan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, berkumpul di Hotel Austin. Kehadiran mereka bukan sekadar menghadiri acara, tetapi membawa harapan baru bagi masa depan kampung mereka.
PT Sambaki Tambang Sentosa (STS) menggelar Konsultasi Publik Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RI PPM) 2026–2030, langkah yang diyakini menjadi pintu bagi pembangunan lebih merata di wilayah lingkar tambang.
Kepala Desa Pekaulang, Murid Samin, yang hadir sejak awal acara, menyuarakan aspirasi warganya. “Kami ingin program ini benar-benar hadir di lapangan, bukan hanya di atas kertas. Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi harus jadi prioritas. Warga kami ingin merasakan perubahan yang nyata,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh optimisme.
Di sisi lain, Ibrahim Gafur, perwakilan CSR PT STS, menegaskan komitmen perusahaan untuk merangkul aspirasi masyarakat. “Kami tidak ingin program ini berjalan sepihak. Semua usulan dari desa akan kami tampung dan sesuaikan dengan potensi lokal. RI PPM ini adalah janji kami untuk memberdayakan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban,” katanya.
Diskusi berlangsung hangat. Para kepala desa, tokoh adat seperti Sangaji Wayamli Ibrahim Bulawa dan Kepala Suku Bebseli Dorpinus Bubaleng, hingga pejabat Pemda Halteng, saling bertukar pandangan. Mereka membahas perbaikan akses jalan desa, pelatihan keterampilan anak muda, penguatan koperasi nelayan, serta perlindungan lingkungan, yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat.
Ardiyansyah Madjid, Kabag Hukum Pemda Halteng, menilai langkah ini sebagai momentum penting untuk menghindari ketimpangan pembangunan. Sementara itu, Asisten I Pemda Halteng, Nasrun Konoras, menambahkan bahwa pemerintah siap mendukung penuh implementasi RI PPM.
Bagi warga lingkar tambang, hari itu bukan sekadar konsultasi publik. Ia menjadi simbol bahwa suara mereka mulai didengar, dan masa depan yang lebih sejahtera kini berada di depan mata.
***
