- Ringkasan
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi komitmen para gubernur dalam menjaga hutan dan lingkungan hidup sebagai fondasi utama menghadapi perubahan iklim global.
- Apresiasi itu disampaikan dalam pertemuan koordinasi REDD+ berbasis yurisdiksi yang diikuti sejumlah provinsi, termasuk Maluku Utara dan wilayah Papua.
- Raja Juli menegaskan peran strategis sektor kehutanan dalam pencapaian target NDC dan FOLU Net Sink 2030, serta mendorong sinergi pusat-daerah, pemanfaatan skema pendanaan ART-TREES, penguatan perlindungan hutan, dan pelibatan masyarakat adat secara berkelanjutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi kepada para gubernur atas komitmen menjaga hutan dan lingkungan hidup di wilayah masing-masing.
Menurutnya, konsistensi pemerintah daerah dalam melindungi hutan menjadi fondasi utama keberhasilan Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Apresiasi tersebut disampaikan Raja Juli Antoni dalam pertemuan koordinasi pelaksanaan REDD+ berbasis yurisdiksi yang digelar secara daring pada Selasa (30/12).
Pertemuan ini diikuti oleh para gubernur atau perwakilannya, serta kepala dinas yang membidangi kehutanan dari sejumlah provinsi strategis di Indonesia.
Provinsi yang terlibat dalam pertemuan tersebut meliputi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, serta Maluku Utara.
Wilayah-wilayah ini dikenal memiliki kawasan hutan yang luas dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem nasional.
Dalam forum tersebut, Raja Juli menegaskan bahwa sektor kehutanan memegang peran kunci dalam pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, khususnya melalui pengurangan emisi gas rumah kaca secara nasional.
Ia menyebut implementasi REDD+ serta komitmen Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 sebagai instrumen penting dalam mendukung pencapaian target tersebut.
“Keberhasilan nasional sangat ditentukan oleh kinerja pengelolaan hutan di tingkat daerah. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menjadi prasyarat utama,” ujar Raja Juli Antoni.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya mitigasi perubahan iklim tidak dapat hanya bertumpu pada kebijakan pusat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah sebagai pengelola langsung kawasan hutan.
Selain membahas komitmen daerah, Kementerian Kehutanan juga memaparkan peluang pendanaan melalui skema ART-TREES.
Skema ini menerapkan pendekatan yurisdiksi berbasis kinerja yang menekankan integritas lingkungan serta akuntabilitas di tingkat internasional.
Menurut Raja Juli, skema ART-TREES dinilai mampu mendukung percepatan pencapaian FOLU Net Sink 2030, NDC sektor kehutanan, sekaligus memperkuat tata kelola kehutanan nasional.
Pendekatan berbasis kinerja tersebut diharapkan dapat memberikan insentif nyata bagi daerah yang berhasil menurunkan laju deforestasi dan degradasi hutan.
Dalam kesempatan yang sama, Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Kementerian Kehutanan untuk terus mendorong pemerintah daerah memperkuat perlindungan hutan.
Ia menekankan pentingnya menurunkan tingkat deforestasi dan degradasi hutan, meningkatkan sistem data dan pemantauan, serta memastikan pelibatan masyarakat adat dan lokal secara adil dan berkelanjutan.
“Kementerian Kehutanan mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat perlindungan hutan, menurunkan deforestasi dan degradasi hutan, meningkatkan sistem data dan pemantauan, serta memastikan pelibatan masyarakat adat dan lokal secara adil dan berkelanjutan,” tuturnya.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan strategi nasional dalam menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan, sekaligus sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
***
Mardan Amin Jurnalis IndoBisnis berkontribusi pada cerita ini.
Artikel ini diterbitkan IndoBisnis dengan judul: Menhut Apresiasi Komitmen Daerah Jaga Hutan.
Disclaimer
Informasi yang disediakan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Kami tidak memberikan saran keuangan, hukum, atau pajak secara langsung.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial Anda. Konsultasikan dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
