Minggu, April 26, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISRekor Produksi, Tapi Margin Tertekan: Strategi Drax Berubah

Rekor Produksi, Tapi Margin Tertekan: Strategi Drax Berubah

  • Ringkasan
  • Perusahaan energi biomassa Inggris, Drax Group plc, mencatat produksi pelet kayu tertinggi sepanjang sejarah pada 2025 dengan volume mencapai 4,2 juta metrik ton. Namun di balik rekor tersebut, tekanan pasar mulai terlihat.
  • Perusahaan melaporkan penurunan EBITDA pada segmen pelet dan memulai tinjauan strategis terhadap operasinya di Kanada akibat terbatasnya pasokan serat dan margin yang menurun.
  • CEO Will Gardiner menegaskan perusahaan mengubah cara memandang bisnis peletnya, termasuk menghentikan sementara rencana investasi baru. Di saat yang sama, pembangkit listrik biomassa Drax di Inggris mencatat produksi energi terbarukan tertinggi dan menjadi salah satu pilar pasokan listrik negara tersebut.
  • Perubahan strategi ini menandai pergeseran besar dalam rantai pasokan bioenergi global di tengah tekanan biaya, perubahan kebijakan energi, serta meningkatnya persaingan pasar.

 

IndoBisnis – Drax Group plc pada 26 Februari merilis laporan keuangan tahun 2025 dengan satu catatan penting: produksi pelet kayu tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Sepanjang tahun lalu, Drax memproduksi 4,2 juta metrik ton pelet kayu, naik sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2024.

Namun peningkatan volume tersebut tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan keuntungan.

Perusahaan melaporkan penurunan EBITDA yang disesuaikan pada segmen pelet, sebuah indikator bahwa tekanan biaya produksi dan dinamika pasar mulai menggerus margin.

Secara tidak langsung perusahaan menjelaskan bahwa penurunan tersebut sebagian dipicu oleh perubahan struktur biaya dalam operasinya di Amerika Serikat. Pengurangan biaya proses di fasilitas AS membuat pendapatan produksi pelet berdasarkan mekanisme penetapan harga antarperusahaan menjadi lebih rendah.

Di sisi lain, kondisi itu justru menurunkan biaya biomassa untuk pembangkitan listrik di Inggris, sehingga secara keseluruhan masih memberikan keuntungan bersih bagi grup.

Dalam konferensi pendapatan perusahaan, CEO Will Gardiner mengakui bahwa perusahaan kini melihat bisnis peletnya dengan pendekatan yang berbeda.

Ia menegaskan bahwa operasi di Inggris berjalan stabil karena terintegrasi langsung dengan rantai pasokan energi domestik.

“Kami semakin melihat bisnis pelet kami dengan cara baru,” kata Gardiner.

Menurutnya, bisnis pelet di Inggris pada dasarnya merupakan bagian dari rantai pasokan pembangkit listrik Drax dan masih memiliki nilai kuat berkat kontrak yang sudah berjalan.

“Bisnis kami di Kanada lebih menantang… margin telah menurun akibat kenaikan biaya serat yang lebih cepat dibandingkan harga listrik yang diindeks di Asia,” ujar Gardiner.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan tersebut sebelumnya telah memaksa perusahaan menutup salah satu pabrik pelet di Williams Lake pada akhir tahun lalu.

Akibat tekanan margin, Drax mengambil langkah strategis yang cukup drastis.

Gardiner menyatakan perusahaan tidak mengharapkan investasi modal tambahan dalam segmen produksi pelet untuk saat ini.

Salah satu proyek yang terdampak adalah pabrik pelet berkapasitas 450.000 metrik ton per tahun di Longview, Washington, yang kini dihentikan sementara.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa perusahaan sedang melakukan konsolidasi besar di tengah perubahan dinamika pasar biomassa global.

Terkait tinjauan strategis terhadap operasi Kanada, Gardiner mengatakan perusahaan sedang berupaya mengelola biaya dengan bekerja sama dengan pemasok dan pelanggan.

Secara tidak langsung ia menjelaskan bahwa perusahaan juga sedang mengkaji optimalisasi lokasi pemasok dan jalur pengiriman pelet agar biaya logistik lebih efisien.

Selain itu, penjualan aset juga menjadi opsi yang dipertimbangkan dalam restrukturisasi operasi tersebut.

Meski demikian, Gardiner menegaskan bahwa langkah itu bukan berarti perusahaan akan meninggalkan bisnis Kanada.

“Kami memiliki kontrak dengan pelanggan, yang akan kami penuhi,” kata Gardiner dikutip, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan bahwa Drax memiliki kontrak pasokan hingga 2030-an dengan pelanggan di Jepang dan Korea Selatan.

“Kami sama sekali tidak mengatakan bahwa kami akan menutup bisnis di Kanada… nilai yang tersisa di sana didukung oleh aset yang kami miliki,” lanjutnya.

Dalam laporan tahunannya, Drax juga mengungkap perubahan struktur operasional yang cukup besar.

Sebelumnya, operasi pelet di Amerika Serikat dan Kanada diperlakukan sebagai satu unit penghasil

Pelet dari kedua negara dapat digunakan secara fleksibel untuk memenuhi kontrak eksternal maupun kebutuhan internal di Drax Power Station.

Perusahaan menjelaskan secara tidak langsung bahwa permintaan biomassa diperkirakan menurun setelah perubahan skema dukungan energi di Inggris. Pada saat yang sama, pasokan pelet global meningkat, sementara ketersediaan serat kayu di Kanada tertekan oleh tarif.

“Pada paruh kedua tahun 2025, Grup merestrukturisasi operasi peletnya,” tulis perusahaan.

Kini pabrik pelet AS difokuskan untuk memasok pembangkit listrik Drax, sementara pabrik Kanada diarahkan untuk pelanggan pihak ketiga.

Perubahan ini membuat arus kas kedua operasi tersebut kini dinilai secara terpisah.

Di tengah tekanan bisnis pelet, kinerja pembangkit listrik Drax justru menunjukkan hasil kuat.

Pembangkit tersebut menghasilkan 15 terawatt jam energi terbarukan pada 2025, sebuah rekor baru bagi perusahaan.

Produksi ini menyumbang sekitar:

  • 6 persen dari total listrik Inggris
  • 11 persen dari energi terbarukan negara tersebut

Gardiner menyebut penandatanganan kontrak energi rendah karbon menjadi titik balik penting bagi perusahaan.

“Penandatanganan kontrak ini merupakan titik balik bagi Grup,” kata Gardiner.

Ia menegaskan bahwa kontrak tersebut memberikan fondasi untuk mendukung kebutuhan energi fleksibel Inggris dalam jangka panjang.

Gardiner juga menilai bahwa transformasi energi global serta pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan menciptakan peluang baru bagi perusahaan.

“Transisi energi dan pertumbuhan AI menciptakan peluang bagi kami untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Salah satu langkah awal adalah investasi di sektor Battery Energy Storage System (BESS) yang dinilai memiliki prospek menarik.

Perusahaan menyatakan akan terus mengeksplorasi peluang investasi di energi fleksibel dan terbarukan.

Di sisi lain, Drax juga mengurangi prioritas investasinya pada proyek Bioenergy with Carbon Capture and Storage (BECCS).

Perusahaan menilai ketidakpastian politik dan regulasi di Inggris membuat proyek tersebut belum realistis dalam jangka pendek.

Drax mengungkap bahwa nilai tercatat proyek pengembangan BECCS sebesar £47,6 juta telah mengalami penurunan nilai.

Meski demikian, perusahaan masih memandang teknologi tersebut sebagai bagian penting dalam strategi Net Zero Inggris dalam jangka panjang.

Langkah restrukturisasi Drax mencerminkan realitas baru dalam industri bioenergi global.

Di satu sisi, permintaan energi bersih terus meningkat. Namun di sisi lain, biaya bahan baku, kebijakan energi, dan dinamika pasar internasional memaksa perusahaan melakukan penyesuaian strategi.

Tetapi medan pertempuran energi global kini tidak lagi sekadar soal volume—melainkan soal efisiensi rantai pasokan, kepastian regulasi, dan daya tahan bisnis menghadapi gejolak pasar energi dunia.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Rekor Produksi, Tapi Margin Tertekan: Strategi Drax Berubah

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments