Minggu, April 26, 2026
spot_img
BerandaBERANDAInternasionalTrump Sambut Jenazah 6 Tentara AS Tewas Serangan Drone

Trump Sambut Jenazah 6 Tentara AS Tewas Serangan Drone

  • Ringkasan
  • Ketegangan perang di Timur Tengah kembali memakan korban di pihak Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menghadiri upacara pemindahan jenazah enam tentara AS yang tewas akibat serangan pesawat tak berawak di Kuwait.
  • Prosesi berlangsung khidmat di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, dan menjadi momen duka bagi keluarga para prajurit serta pejabat tinggi pemerintah. Keenam tentara cadangan tersebut gugur hanya sehari setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer terhadap Iran.
  • Upacara pemulangan jenazah ini kembali menegaskan biaya kemanusiaan dari konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

 

IndoBisnis – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri upacara pemindahan jenazah enam tentara Amerika yang tewas dalam konflik di Timur Tengah di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, pada Sabtu waktu setempat.

Melansir laporan Associated Press (AP), prosesi pemindahan jenazah tersebut merupakan ritual militer yang sangat khidmat. Tradisi ini dilakukan untuk mengembalikan jenazah prajurit Amerika yang gugur di medan tempur ke tanah air mereka.

Trump sebelumnya pernah menyatakan bahwa menghadiri prosesi tersebut merupakan salah satu tugas paling berat bagi seorang presiden. Ia bahkan menyebutnya sebagai momen paling sulit selama menjabat sebagai panglima tertinggi.

Saat kembali ke Florida dengan pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Ini hari yang sangat menyedihkan,” kata Trump, dikutip AP, kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa pemerintah merasa terhormat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur.

Trump juga memuji keluarga para tentara tersebut. Ia mengatakan keluarga mereka merupakan “orang-orang hebat, orang tua, istri, dan keluarga yang hebat”. Menurutnya, “orang tua mereka sangat bangga.”

Dalam prosesi tersebut, Trump dan Wakil Presiden JD Vance hadir bersama pasangan masing-masing. Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan juga turut hadir, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Jaksa Agung Pam Bondi, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, utusan khusus Steve Witkoff, serta Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard.

Selain itu, gubernur dan senator dari beberapa negara bagian seperti Iowa, Minnesota, Nebraska, dan Florida juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Enam prajurit yang gugur dalam serangan tersebut adalah Mayor Jeffrey O’Brien (45) dari Indianola, Iowa; Kapten Cody Khork (35) dari Winter Haven, Florida; Chief Warrant Officer 3 Robert Marzan (54) dari Sacramento, California; Sersan Kelas 1 Nicole Amor (39) dari White Bear Lake, Minnesota; Sersan Kelas 1 Noah Tietjens (42) dari Bellevue, Nebraska; serta Sersan Declan Coady (20) dari West Des Moines, Iowa, yang secara anumerta dipromosikan dari pangkat spesialis.

Sesuai protokol militer, Trump tidak memberikan pidato selama proses pemindahan jenazah berlangsung. Ia berdiri memberi hormat ketika setiap peti jenazah yang diselimuti bendera Amerika Serikat diturunkan dari pesawat militer dan dipindahkan ke kendaraan pengangkut.

Keluarga para prajurit sebagian besar menyaksikan prosesi tersebut dalam diam. Ritual yang berlangsung sekitar setengah jam itu kemudian diakhiri dengan pemindahan peti ke fasilitas kamar mayat pangkalan untuk dipersiapkan menuju pemakaman terakhir.

Keenam tentara tersebut merupakan anggota Cadangan Angkatan Darat dari Komando Dukungan Logistik ke-103 yang berbasis di Des Moines, Iowa. Unit ini bertugas menyediakan dukungan logistik penting seperti makanan, bahan bakar, air, amunisi, transportasi, dan berbagai perbekalan bagi operasi militer.

Mereka tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang menghantam pusat komando militer di Kuwait. Serangan tersebut terjadi hanya satu hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran.

Senator Republik dari Iowa, Joni Ernst, yang juga seorang veteran perang, menilai para prajurit tersebut menjalankan tugas yang sangat mulia.

“Para prajurit ini terlibat dalam misi yang paling mulia: melindungi sesama warga Amerika dan menjaga keamanan tanah air kita,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bangsa Amerika memiliki “utang yang luar biasa kepada mereka yang tidak akan pernah bisa terbayar”.

Duka mendalam juga disampaikan keluarga para korban. Suami Sersan Nicole Amor, Joey Amor, mengatakan istrinya sebenarnya dijadwalkan pulang dalam beberapa hari untuk bertemu dirinya dan kedua anak mereka.

“Anda tidak pergi ke Kuwait dengan berpikir sesuatu akan terjadi, dan fakta bahwa dia adalah salah satu yang pertama—itu menyakitkan,” ujarnya.

Keluarga prajurit lain juga mengenang sosok mereka dengan penuh haru. Bibi Mayor Jeffrey O’Brien menyebut keponakannya sebagai sosok yang lembut dan penuh kebaikan. Ia menulis di media sosial bahwa O’Brien adalah “anak petani berambut pirang bermata biru yang paling manis yang pernah Anda kenal”.

Sementara itu, saudara perempuan Robert Marzan menggambarkan kakaknya sebagai pemimpin yang kuat sekaligus suami dan ayah yang penyayang.

“Adikku tersayang, kamu dicintai dan aku akan menyimpan semua kenangan kita serta selalu menghargainya di hatiku,” tulis Elizabeth Marzan.

Sersan muda Declan Coady juga dikenang oleh keluarganya sebagai sosok pekerja keras. Ayahnya, Andrew Coady, mengatakan putranya sangat mencintai pekerjaannya sebagai tentara.

“Dia berlatih keras, dia bekerja keras, kebugaran fisiknya sangat penting baginya. Dia sangat mencintai pekerjaannya sebagai tentara,” katanya. Ia menambahkan bahwa putranya juga dikenal sebagai pribadi yang sangat baik hati.

Keluarga Kapten Cody Khork menggambarkannya sebagai pribadi yang selalu membawa semangat bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka menyebut Khork sebagai sosok yang sejak kecil memiliki tekad kuat untuk mengabdi di militer.

Sementara itu, Sersan Noah Tietjens berasal dari keluarga militer dan sebelumnya pernah bertugas di Kuwait bersama ayahnya. Sepupunya, Kaylyn Golike, meminta doa bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama bagi putra Tietjens yang berusia 12 tahun.

Ia menyebut keluarga mereka kini menghadapi “kehilangan yang tak terbayangkan”.

Trump sendiri beberapa kali menghadiri upacara pemindahan jenazah prajurit selama masa jabatannya, termasuk ketika menghormati anggota militer yang gugur dalam berbagai operasi di Suriah, Afghanistan, dan Yaman.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Trump Sambut Jenazah 6 Tentara AS Tewas Serangan Drone

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments