Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari (6/2/2026) pukul 01:06 WIB, dengan pusat gempa di laut sekitar 90 km tenggara Pacitan. Getaran kuat hingga skala IV-V MMI terasa tidak hanya di Pacitan dan sekitarnya, tapi juga menyebar ke sebagian wilayah Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Yogyakarta dan Semarang, memicu kepanikan warga yang terbangun di tengah malam.
Berdasarkan laporan dari BNBP, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga siang ini, dampaknya cukup signifikan di berbagai daerah. Di Pacitan, setidaknya 15 bangunan rusak ringan hingga berat, termasuk satu rumah yang ambruk total, sekolah negeri, dan sebuah kafe yang mengalami retak dinding serta genteng rontok. Sebanyak tujuh orang mengalami luka-luka akibat panik atau terguling saat berlarian, dengan beberapa dirawat di rumah sakit di Bantul dan Wonogiri untuk pemeriksaan lanjutan seperti memar atau kecelakaan kecil.
Kerusakan serupa terlihat di Trenggalek (plafon ambrol di masjid), Sleman (retak pada gedung pemerintah), dan wilayah Malang bagian selatan di mana warga merasakan goyangan III-IV MMI, menyebabkan barang pecah serta listrik padam sementara di beberapa kecamatan. BPBD Pacitan dan Jatim langsung dikerahkan untuk survei, evakuasi barang berharga, dan bantuan tenda sementara bagi puluhan keluarga yang enggan pulang ke rumah rusak.
Kepala BMKG dan BMKG Regional Jatim segera menggelar konferensi pers pagi ini, menenangkan publik bahwa gempa aftershock ringan (magnitudo <4,0) mungkin masih terjadi tapi tidak berbahaya besar. Gubernur Jatim dan bupati Pacitan memerintahkan status siaga darurat 7 hari ke depan, dengan bantuan logistik dari provinsi termasuk makanan, selimut, dan tim medis mobile. Di Malang, di mana getaran terasa samar tapi cukup mengejutkan warga perkotaan, pemerintah daerah mengaktifkan posko informasi dan memeriksa infrastruktur vital seperti jembatan serta RSUD Saiful Anwar.
