- Ringkasan Berita:
- Kapolda Maluku Utara Irjen Waris Agono bersiap memasuki masa pensiun pada 28 April 2026 di usia 58 tahun.
- Lulusan Akpol 1990 ini menutup perjalanan panjangnya di Korps Brimob dengan rekam jejak karier yang terbentuk dari medan tugas hingga pucuk kepemimpinan.
IndoBisnis – Waktu tidak pernah benar-benar berhenti. Ia hanya bergerak, perlahan namun pasti, membawa setiap perjalanan menuju satu titik akhir. Di titik itu, kini berdiri Waris Agono—seorang jenderal polisi yang menapaki ujung masa dinasnya dengan tenang.
Ia lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 28 April 1968. Tanggal yang sama, puluhan tahun kemudian, menjadi penanda batas akhir pengabdiannya. Pada 28 April 2026, ia genap berusia 58 tahun—usia yang secara aturan menjadi masa pensiun anggota Polri.
Jika dihitung sejak 20 April 2026, waktu yang tersisa hanya delapan hari. Sebuah hitungan yang singkat untuk perjalanan yang panjang.
Sebagai lulusan Akademi Kepolisian 1990, Waris Agono merupakan bagian dari Batalyon Dhira Brata—angkatan yang dikenal melahirkan sejumlah perwira tinggi.
Ia tercatat sebagai yang tertua di antara rekan-rekannya. Dalam satu barisan yang sama, terdapat nama Dedi Prasetyo yang kini menjabat Wakapolri, serta Firli Bahuri yang juga mencapai pangkat Komisaris Jenderal.
Namun, jalan Waris Agono tidak dibangun dengan gemuruh. Ia tumbuh dari ritme yang sunyi—dari disiplin, dari tugas, dari pengalaman yang ditempa waktu.
Kariernya dimulai dari Korps Brimob Polri. Ia mengawali sebagai perwira pertama dan perlahan menapaki jenjang: Danton, Wadanki, Danki, hingga Wadanyon C Resimen I.
Secara tidak langsung, perjalanan ini menunjukkan satu pola yang konsisten—ia dibentuk dari lapangan, bukan sekadar ruang komando.
Pengabdiannya berlanjut sebagai Kepala Detasemen di Polda Jawa Timur pada 2002 hingga 2005. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Sespimmen Polri, membuka jalan menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Tahun 2006, ia dipercaya menjadi Kasat Brimob Polda Lampung, kemudian Kapolres Metro pada 2008. Dua posisi yang menguji keseimbangan antara operasi dan kepemimpinan.
Pada 2010, ia kembali ke Jawa Timur sebagai Wakasat Brimob, lalu berpindah ke Jawa Barat sebagai Kasat Brimob pada 2012. Setelah itu, ia kembali ke Korps Brimob sebagai Analis Kebijakan Madya dan Kabag Ops pada 2017.
Kariernya terus bergerak. Tahun 2020, ia menjabat Wakapolda Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi Widyaiswara di Sespim Lemdiklat Polri—mengajar generasi penerus.
Puncaknya datang saat ia dipercaya sebagai Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob Polri pada 2023, sebelum akhirnya diangkat sebagai Kapolda Maluku Utara pada 12 Maret 2025.
Sebagai Kapolda Maluku Utara, Waris Agono membawa pengalaman panjang dari Brimob—korps yang dikenal keras, disiplin, dan penuh risiko.
Ia tidak datang sebagai figur baru. Ia datang sebagai perwira yang telah melewati berbagai fase: operasi, pendidikan, hingga manajerial.
Secara tidak langsung, posisinya menjadi simbol bahwa perjalanan panjang di lapangan dapat bermuara pada kepercayaan tertinggi.
- Biodata Singkat
Nama lengkapnya Drs. Waris Agono, M.Si., berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.
Ia menempuh pendidikan berjenjang: Akpol (1990), PTIK, Sespim, hingga Sespimti (2016).
Pada 2025, usianya 57 tahun. Kini, ia berdiri di ambang 58—ambang yang menjadi batas formal pengabdian.
Sepanjang kariernya, berbagai tanda jasa telah disematkan: Satyalancana Ksatrya Tamtama, Pengabdian 8, 16, dan 24 Tahun, Dharma Nusa, Kesetiaan 24 Tahun, Bintang Bhayangkara Nararya, Bhakti Purna, Seroja, hingga Karya Bhakti.
Semua itu menjadi penanda bahwa perjalanan panjang tersebut tidak pernah kosong.
Tidak semua pengabdian berakhir dengan sorotan. Sebagian justru ditutup dengan kesunyian yang bermakna.
- Waris Agono berada di titik itu.
Secara tidak langsung, kisahnya menunjukkan bahwa karier bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang konsistensi menjalani waktu dan tanggung jawab.
Ketika masa dinas berakhir, yang tersisa bukan lagi pangkat atau posisi. Yang tertinggal adalah jejak—dan jejak itu akan selalu berbicara.
***
Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
