Senin, April 13, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISLaba BRI Susut 58,34% di Januari 2025, Ini Penyebabnya

Laba BRI Susut 58,34% di Januari 2025, Ini Penyebabnya

JAKARTA, IndoBisnis – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melaporkan penurunan laba bersih bank only pada Januari 2025. Laba yang diraih selama periode tersebut tercatat Rp 2 triliun, anjlok 58,34% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Mengutip laporan keuangan yang dirilis Kamis (1/3/2025), beberapa faktor utama menjadi penyebab penurunan laba BRI. Di antaranya adalah melemahnya pendapatan bunga bersih, penyusutan pendapatan dari komisi, serta lonjakan beban provisi.

Dalam laporan itu, kredit yang disalurkan BRI masih tumbuh positif sebesar 4,61% yoy menjadi Rp 1.209,51 triliun. Namun, meski kredit meningkat, pendapatan bunga justru turun 6,25% yoy menjadi Rp 12,99 triliun.

Di sisi lain, beban bunga berhasil ditekan sebesar 3,08% yoy menjadi Rp 4,07 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang diperoleh BRI hanya Rp 8,92 triliun, turun 7,63% yoy. Sebagai perbandingan, sepanjang 2024, NII konsolidasi BRI masih tumbuh 3,38% yoy.

Selain itu, BRI juga mencatat penurunan dari sisi pendapatan komisi, yang melemah 8,17% yoy menjadi Rp 1,60 triliun. Meski demikian, pendapatan lainnya yang tidak dirinci dalam laporan keuangan justru melonjak 37,40% yoy menjadi Rp 2 triliun.

Faktor utama yang turut membebani kinerja BRI adalah lonjakan beban pencadangan atas kerugian nilai aset keuangan (impairment). Pada Januari 2025, beban ini melonjak 188,49% yoy menjadi Rp 5,62 triliun, dibandingkan sebelumnya Rp 1,95 triliun.

Dampaknya, laba operasional BRI merosot 59,58% yoy menjadi Rp 2,62 triliun, yang kemudian tercermin dalam laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 2 triliun.

Dari sisi neraca, total aset BRI tercatat Rp 1.826,72 triliun, turun 1,41% yoy. Liabilitas turun 1,56% yoy menjadi Rp 1.524,75 triliun, sementara ekuitas terkoreksi tipis 0,69% yoy ke Rp 301,96 triliun.

Rasio profitabilitas juga tertekan, dengan return on asset (ROA) turun dari 0,26% menjadi 0,11%, sedangkan return on equity (ROE) merosot dari 1,59% menjadi 0,67%.

Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BRI mencapai Rp 1.360,16 triliun, turun 1,57% yoy. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya penghimpunan deposito sebesar 12,68% yoy menjadi Rp 461,50 triliun. Namun, dana murah (current account saving account/CASA) BRI tumbuh 5,31% yoy menjadi Rp 898,66 triliun, dengan rasio CASA meningkat dari 61,75% menjadi 66,07%.

Selain DPK, sumber pendanaan BRI juga berasal dari surat berharga yang diterbitkan dan pinjaman yang diterima. Per Januari 2025, surat utang yang diterbitkan mencapai Rp 17,14 triliun, turun 43,68% yoy, sementara pinjaman yang diterima naik 33,99% yoy menjadi Rp 50,34 triliun.

Dengan berbagai tantangan ini, BRI perlu merumuskan strategi baru untuk memperkuat kinerja keuangannya di tahun berjalan.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments