- Ringkasan Berita:
- Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malang Sangaji, meninjau kesiapan operasional WTP Fidijaya di Weda.Instalasi pengolahan air senilai Rp60 miliar itu.
- Disebut sebagai salah satu yang terbesar di Maluku Utara dan diproyeksikan mengakhiri krisis air bersih di Weda Kota hingga Weda Selatan.
IndoBisnis — Setelah bertahun-tahun masyarakat menanti kepastian akses air bersih yang layak, secercah harapan kini mulai tampak di Kabupaten Halmahera Tengah.
Selasa, 5 Mei 2026, menjadi penanda penting bagi perjalanan infrastruktur dasar di daerah industri itu ketika Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malang Sangaji, turun langsung meninjau kesiapan operasional Water Treatment Plant (WTP) di Desa Fidijaya, Kecamatan Weda.
Momen tersebut dipublikasikan melalui akun TikTok pribadi miliknya, @Ikram.Sangaji. Di tengah deru pembangunan kawasan industri yang terus membesar, fasilitas pengolahan air itu hadir bukan sekadar proyek teknis, melainkan jawaban atas kebutuhan paling mendasar masyarakat: air bersih.
Berdiri megah di kawasan Weda, WTP Fidijaya dibangun melalui program CSR PT IWIP dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp60 miliar. Instalasi itu dilengkapi tiga reservoir berkapasitas total 9.000 meter kubik dan tiga mesin utama yang mampu mendistribusikan air hingga 83 liter per detik.
Kapasitas besar tersebut dirancang untuk menjangkau wilayah Weda Kota hingga Weda Selatan—kawasan yang selama ini kerap dihantui persoalan distribusi air bersih.
Dalam keterangannya, Ikram memastikan proses pengisian reservoir segera dimulai sebelum dilakukan uji coba distribusi kepada masyarakat.
“Insya Allah nanti pada hari Kamis mulai proses pengisian air yang masuk ke bak penampung untuk reservoirnya dan akan disalurkan ke bak penyaluran. Insya Allah nanti pada hari Sabtu siang sudah mulai launching uji coba distribusi air bersih,” ujar Ikram.
Ia menegaskan masyarakat akan mulai menikmati aliran air bersih dari fasilitas yang dibangun melalui dana CSR PT IWIP tersebut.
Menurut Ikram, keberadaan WTP Fidijaya menjadi bagian dari langkah besar pemerintah daerah untuk mengakhiri keluhan warga terkait krisis air bersih. Apalagi, dua WTP lain di wilayah Weda Tengah juga segera dioperasikan dalam waktu bersamaan.
“Ini sekitar Rp60 miliar untuk tiga reservoir ditambah tiga mesin. Kita lihat ini mungkin terbesar di Maluku Utara. Ada dua WTP juga di Weda Tengah yang saat ini akan beroperasi,” katanya.
Ikram menjelaskan distribusi air akan dilakukan secara bertahap agar seluruh kawasan pelayanan dapat merasakan manfaatnya secara merata.
“Insya Allah tiga ini sudah sejalan, berarti komplain masyarakat terhadap air bersih juga bisa selesai, baik di Weda Tengah maupun Weda Kota. Ini bisa sampai ke wilayah Weda Selatan,” lanjutnya.
Di balik besarnya proyek tersebut, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas bersama. Bupati mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan pompa penyedot atau mesin sanyo langsung pada pipa induk karena dapat mengganggu tekanan distribusi air ke rumah warga lain.
“Pada intinya ini WTP Alhamdulillah sudah jadi, tinggal kita manfaatkan,” tegas Ikram.
Peluncuran distribusi perdana bahkan direncanakan dilakukan secara simbolis di tengah Kota Weda agar masyarakat dapat menyaksikan langsung air bersih mengalir ke rumah-rumah warga.
“Ini sedekian tahun baru menikmati air bersih yang benar-benar bersih,” ucapnya.
Bagi masyarakat Halmahera Tengah, air yang segera mengalir dari WTP Fidijaya bukan sekadar kebutuhan harian. Ia menjadi simbol harapan baru—bahwa di tengah geliat industri dan pembangunan besar, hak dasar warga untuk mendapatkan air bersih akhirnya mulai dipenuhi.
***
Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Air Bersih Akhirnya Mengalir, WTP Rp60 Miliar Siap Layani Masyarakat Weda
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
