Sabtu, April 25, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalWarga Teluk Weda Konsumsi Ikan Terkontaminasi Logam Berat, Ancaman Kesehatan Mengintai

Warga Teluk Weda Konsumsi Ikan Terkontaminasi Logam Berat, Ancaman Kesehatan Mengintai

IndoBisnis – Hasil uji laboratorium terhadap 16 sampel ikan dari perairan Teluk Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, menunjukkan adanya kontaminasi logam berat seperti arsenik (As), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Studi ini merupakan kerja sama antara Nexus3 Foundation, Tim WALHI Maluku Utara, Tim Universitas Tadulako, serta dari Tim Universitas Khairun.

“Ikan-ikan ini kami beli langsung dari rumah nelayan di Desa Gemaf dan pasar ikan tradisional di Desa Lelilef, saat kapal baru bersandar setelah melaut,” terang tim peneliti dalam laporan yang dikutip IndoBisnis.co.id, Senin (9/6/2025). Semua ikan berasal dari perairan Weda Bay.

Penelitian ini mengambil total 16 sampel—9 dari nelayan Gemaf dan 7 dari pasar Lelilef—yang dipilih secara acak berdasarkan ketersediaan stok pada 8 Juli 2024. Kendala waktu menyebabkan tidak semua jenis biota laut seperti kerang dapat disertakan dalam penelitian ini.

Prosedur pengambilan sampel dilakukan dengan menimbang ikan, mengukur dimensi tubuh, memisahkan fillet, dan menyimpannya dalam plastik vakum sebelum dikirim ke laboratorium terakreditasi Saraswati Indo Genetech (SIG) di Jakarta. Pengujian dilakukan menggunakan ICP-MS dan ICP-OES untuk mendeteksi kandungan logam berat, termasuk Hg, Ni, Pb, Cd, Co, Cr, dan As.

Paparan logam berat, menurut tim peneliti, dapat mengganggu sistem tubuh manusia, mulai dari saraf, jantung, hingga sistem kekebalan. “Logam berat seperti arsenik, timbal, dan merkuri adalah toksikan sistemik yang dapat menyebabkan gangguan serius, bahkan kanker,” ungkap laporan tersebut.

Paparan ini umumnya masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan laut, pernapasan, atau kontak kulit. Tubuh memang memiliki kemampuan detoksifikasi alami, tetapi jika paparan melebihi ambang batas, maka potensi kerusakan jangka panjang tidak dapat dihindari.

Dengan asumsi konsumsi ikan masyarakat sebesar 100 gram per hari dan berat badan rata-rata 60 kilogram, para peneliti menghitung Estimated Weekly Intake (EWI) dan Total Hazard Quotient (THQ) untuk menilai risiko kesehatan.

Hasilnya, 7 dari 16 sampel melebihi batas aman mingguan untuk konsumsi arsenik, yaitu 15 µg/kg berat badan. Nilai EWI arsenik tertinggi mencapai 35,38 µg/kg dan ditemukan pada ikan Sorihi serta Gurara dari Gemaf dan Lelilef.

Meski tidak satu pun sampel melewati batas aman mingguan merkuri (4 µg/kg), satu sampel ikan barakuda dari Gemaf mendekati batas itu dengan nilai EWI 3,26 µg/kg. Hal ini mengkhawatirkan karena barakuda adalah ikan predator, yang berpotensi mengakumulasi lebih banyak merkuri, terutama pada ukuran yang lebih besar seperti tuna.

Nilai THQ merkuri pada sebagian besar sampel berada di bawah angka 1—yang artinya tidak menimbulkan risiko kesehatan non-kanker—kecuali satu kasus pada barakuda yang menunjukkan nilai THQ 1,55. Ini menandakan adanya potensi risiko, terutama jika konsumsi berlangsung terus-menerus.

Penelitian ini mengingatkan bahwa masyarakat di sekitar wilayah industri, terutama industri nikel seperti di Weda Bay, berada dalam kondisi rentan terhadap bahaya tersembunyi dari konsumsi makanan laut. Sayangnya, studi tentang paparan logam berat di wilayah tersebut masih terbatas.

“Paparan kronis terhadap logam berat tidak selalu terlihat dampaknya secara langsung, tapi perlahan menggerogoti kesehatan masyarakat,” tegas Tim peneliti dalm ringkasan laporan

Para peneliti menyarankan agar pemerintah segera melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap kandungan logam berat pada sumber pangan masyarakat, terutama ikan laut. Pemerintah juga didesak melakukan penyuluhan dan pengawasan terhadap aktivitas industri di Teluk Weda.

“Risiko ini nyata, dan jika tidak diantisipasi, akan menjadi beban besar bagi sektor kesehatan masyarakat di masa mendatang,” pungkas dalam laporan tersebut.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments