Sabtu, April 25, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalPaparan Logam Berat di Sungai Weda dan Sagea, Warga Terdekat Mulai Alami...

Paparan Logam Berat di Sungai Weda dan Sagea, Warga Terdekat Mulai Alami Dampak Kesehatan

IndoBisnis – Penelitian lingkungan yang dilakukan pada Juli 2024 mengungkap potensi pencemaran berat di kawasan sekitar industri nikel di Weda Bay, Maluku Utara.

Mengutip temuan ini berasal dari laporan gabungan Nexus3 Foundation, Tim WALHI Maluku Utara, Tim Universitas Tadulako, serta dari Tim Universitas Khairun, yang kini diulas kembali oleh IndoBisnis.co.id.

Tim peneliti mengambil sampel sedimen dan air sungai dari sejumlah titik di sekitar kawasan industri Weda Bay serta satu lokasi di Sungai Sagea. Titik pengambilan ditentukan berdasarkan jarak dari aktivitas industri yang diduga menjadi sumber polutan.

“Pengujian logam berat dalam sedimen sungai sangat penting untuk mengetahui dari mana sumber pencemaran berasal, terutama yang berkaitan dengan aktivitas manusia,” ujar peneliti yang terlibat dalam laporan tersebut.

Logam berat yang masuk ke badan air biasanya berbentuk ion terlarut. Dalam kondisi tertentu, seperti perubahan tingkat keasaman (pH), kadar garam (salinitas), dan gangguan fisik seperti pengerukan atau hujan deras, logam tersebut bisa mengendap dalam sedimen atau kembali terlepas ke air. Interaksi antara air dan sedimen dianggap memberi gambaran penting tentang tingkat pencemaran.

Untuk mendeteksi pencemaran organik, dilakukan pengujian menggunakan empat parameter, yaitu Total Organic Carbon (TOC), Biochemical Oxygen Demand (BOD5), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Dissolved Oxygen (DO). Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air menjadi salah satu indikator kritis pencemaran organik.

“Jika oksigen dalam air menurun drastis, itu pertanda air telah tercemar parah. Kita bisa melihat dampaknya langsung, misalnya ikan-ikan yang mati mengapung,” terang laporan tersebut.

Sampel air yang diambil kemudian diuji di tiga laboratorium terakreditasi: Saraswati Indo Genetech, Pusat Laboratorium Kesehatan Makassar, dan Laboratorium Terpadu Universitas Tadulako. Uji laboratorium itu mengukur kadar logam berat seperti merkuri (Hg), nikel (Ni), kadmium (Cd), kromium (Cr), arsenik (As), dan kromium heksavalen (Cr6+).

Selain air, tim peneliti juga mengambil tiga sampel sedimen dari sungai untuk mengukur delapan jenis logam berat. Sedimen ini diuji menggunakan teknologi ICP-MS dan ICP-OES di laboratorium Saraswati Indo Genetech.

Tak hanya lingkungan, dampak terhadap manusia juga diuji melalui metode biomonitoring. Sebanyak 61 orang menjadi responden, yang terdiri atas 46 warga Desa Gemaf dan Desa Lelilef—dua desa yang dekat dengan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)—serta 15 orang dari Ternate sebagai kelompok pembanding.

Sampel darah responden diambil pada 6 dan 7 Juli 2024 di dua puskesmas setempat. Pemeriksaan dilakukan oleh analis dari PRODIA Ternate dan diuji di Laboratorium Pusat PRODIA Jakarta menggunakan paket “Toxic Panel”. Pemeriksaan tersebut mencakup kadar arsenik (As), kadmium (Cd), timbal (Pb), merkuri (Hg), nikel (Ni), dan thallium (Tl) dalam darah.

“Kelompok responden dibagi menjadi pekerja dan non-pekerja. Pekerja adalah mereka yang bekerja di kawasan industri IWIP,” jelas tim pelaksana.

Responden berpartisipasi dalam survei kesehatan, (b) Pengambilan Sampel Darah, ( c)

Sampel Darah untuk Analisis, (Foto: Andri Saputra)

Selain pengambilan darah, para responden juga menjalani pemeriksaan kesehatan umum, mengisi kuesioner, dan diwawancarai terkait riwayat kesehatan, konsumsi makanan dalam 48 jam terakhir, serta paparan terhadap bahan kimia seperti batu bara, bijih nikel, dan limbah industri.

Hasil dari rangkaian pengujian ini memberikan indikasi bahwa pencemaran logam berat di wilayah Weda Bay tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat setempat. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera menanggapi temuan ini dengan langkah-langkah perlindungan dan pemulihan lingkungan.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments