Maluku Utara, IndoBisnis – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Berkarya Provinsi Maluku Utara, Zainal Samad, menyesalkan sikap ditunjukkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Taliabu Melian Mus.
Selain Ketua DPRD, dirinya juga menyinggung nama Bupati Taliabu Aliong Mus yang diduga kuat mendalangi molornya Pergantian Antara Waktu (PAW). Padahal kata dia sudah jalan 5 bulan lebih.
” Saya dengar yang mau di PAW keluarga Bupati, karena hubungan kekeluargaan akhirnya mereka lindungi, ” Ungkapnya ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Selasa, (19/12/23).
Ia juga mengaku, bahwa dirinya telah menghubungi Ketua DPRD dan juga Bupati Aliong Mus, kendati demikian, Ia mengakui kedua orang tersebut sulit dihubungi.
” Kita sudah kontak DPRD, kontak Bupati juga susah sekali, ” Ucapnya
Ia lantas menganggap, telah terjadi kezaliman pada Pemerintahan di Kabupaten Taliabu, lantaran tidak menjalankan proses PAW sesuai prosedur.
” Mereka mengaibkan Hak-hak partai, ” ujarnya.
Sebelumnya perlu diketahui, penundaan penggantian antar waktu Hudyawati Hi. Ibrahim telah berlangsung selama 5 bulan, Hudyawati diketahui mendapat suara terbanyak kedua sesudah Muh Alnajib Sarihi dari partai Berkarya.
Alnajib adalah anggota DPRD Taliabu kini diusung untuk di PAW, lantaran beralih ke partai lain yaitu partai Golongan Karya, Kabarnya Partai Golkar tersebut dominasi keluarga Mus.
Hingga berita diturunkan media ini masih terus berupaya menghubungi Bupati Taliabu Aliong Mus dan Ketua DPRD. (Amat)
