Senin, Mei 11, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISGoogle Luncurkan Mode AI & Gemini 2.5

Google Luncurkan Mode AI & Gemini 2.5

Google Perkenalkan Mode AI, Transformasi Mesin Pencari Kian Nyata

IndoBisnis – Google kembali mengguncang dunia teknologi dengan meluncurkan inovasi kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang disebut mode AI, pada Selasa (21/5) waktu setempat. Peluncuran ini menjadi bagian dari gelombang pembaruan besar dalam sistem mesin pencari Google yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.

Fitur mode AI memungkinkan pengguna melakukan pencarian layaknya berdiskusi dengan seorang pakar. Pengguna bisa mengajukan pertanyaan kompleks dan mendapatkan jawaban terperinci dalam satu tampilan.

“Mode AI memberikan pengalaman pencarian yang lebih interaktif, seperti bercakap langsung dengan seorang ahli,” kata CEO Google, Sundar Pichai, saat berbicara dalam konferensi pengembang tahunan di Mountain View, California, Kamis 21 Mei 2025 melansir ArabNews

Fitur ini kini tersedia untuk semua pengguna di Amerika Serikat, hanya dua setengah bulan setelah diuji secara terbatas oleh Google Labs. Peluncuran cepat ini, menurut Google, mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap stabilitas dan keakuratan teknologi mereka.

Tak hanya itu, Google juga telah mengintegrasikan model AI terbaru mereka, Gemini 2.5, ke dalam algoritme pencarian utama. Dalam waktu dekat, perusahaan akan menguji kemampuan AI dalam berbagai tugas, termasuk membeli tiket konser secara otomatis dan melakukan pencarian melalui video langsung.

Dalam pendekatan menyeluruh terhadap AI, Google juga mengumumkan rencananya kembali masuk ke pasar kacamata pintar. Kacamata baru ini akan ditenagai oleh Android XR, dilengkapi kamera tanpa genggaman dan asisten suara bertenaga AI.

Meski belum menetapkan tanggal peluncuran, Google mengungkapkan bahwa perangkat ini dikembangkan bersama Gentle Monster dan Warby Parker. Kacamata tersebut akan menjadi pesaing utama produk sejenis dari Meta (induk Facebook) dan Ray-Ban.

Ikhtisar AI Mengubah Pola Pencarian

Google menjelaskan bahwa transformasi pencarian dimulai sejak peluncuran ikhtisar AI tahun lalu. Ringkasan jawaban ini kini sering muncul di bagian atas halaman hasil pencarian, menggantikan peran utama tautan web tradisional.

“Sekitar 1,5 miliar pengguna secara aktif menggunakan ikhtisar AI setiap bulan,” ujar pihak Google. Mereka mencatat, pengguna kini cenderung mengetikkan pertanyaan yang lebih panjang dan rumit karena jawaban yang diberikan AI lebih informatif.

Namun, perubahan ini juga berdampak negatif bagi pemilik situs. Firma BrightEdge melaporkan bahwa rasio klik-tayang dari hasil pencarian Google menurun hampir 30 persen dalam satu tahun terakhir. Mereka menyebut kepuasan pengguna terhadap ikhtisar AI sebagai salah satu penyebabnya.

Google menilai keputusan untuk meluncurkan mode AI secara luas menunjukkan kepercayaan bahwa teknologi tersebut aman digunakan secara publik dan tidak akan merusak reputasi perusahaan.

AI: Ancaman atau Peluang untuk Google?

Dominasi Google dalam dunia pencarian tengah diuji oleh munculnya mesin pencari berbasis AI lainnya seperti ChatGPT dan Perplexity. Bahkan, dalam persidangan antimonopoli di Amerika Serikat, terungkap bahwa penggunaan Google lewat peramban Safari Apple mulai menurun karena pengguna beralih ke alternatif AI.

Meski begitu, Google tetap bertahan sebagai gerbang utama ke internet. Alphabet Inc., induk Google, masih membanggakan nilai pasar sebesar 2 triliun dolar AS. Dalam setahun terakhir, Google menerima 136 miliar kunjungan per bulan — 34 kali lipat lebih banyak dibandingkan ChatGPT yang mencatat 4 miliar kunjungan.

Bahkan mode AI Google sendiri mengakui bahwa peluncurannya akan memperkuat dominasi perusahaan. “Ya, sangat mungkin mode AI Google akan membuat Google lebih kuat, khususnya dalam bidang akses informasi dan pengaruh daring,” demikian jawaban yang diberikan fitur tersebut ketika diuji oleh seorang reporter The Associated Press.

Gelombang Teknologi AI Berikutnya

Google tidak berhenti sampai di sana. Mereka tengah menyiapkan sejumlah pengujian lanjutan melalui proyek Project Mariner. Teknologi ini memungkinkan agen AI untuk membeli tiket, memesan restoran, dan menelusuri video secara langsung.

Pengguna juga akan diberi pilihan untuk menghubungkan AI dengan Gmail dan aplikasi Google lain, agar AI dapat mempelajari preferensi serta kebiasaan mereka. Selain itu, Google juga tengah menguji fitur Pencarian Mendalam untuk menggali topik-topik kompleks secara lebih terperinci, dan alat visualisasi untuk data keuangan dan olahraga.

Google bahkan meluncurkan paket langganan premium bernama AI Ultra, seharga 250 dolar AS per bulan, yang mencakup penyimpanan sebesar 30 terabita. Ini jauh di atas paket AI Pro yang hanya seharga 20 dolar AS dengan penyimpanan dua terabita.

Dengan transformasi besar-besaran ini, Google menunjukkan bahwa AI bukan hanya masa depan, tetapi juga masa kini. Yang menjadi pertanyaan sekarang: sejauh mana AI akan mengubah cara kita mencari dan mengakses informasi?

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments