- Ringkasan Berita:
- Lima pimpinan KPK periode 2024–2029 resmi menjabat, dipimpin Komjen Pol (Purn.) Setyo Budianto. Kombinasi aparat penegak hukum dan auditor negara ini diharapkan memperkuat integritas lembaga antirasuah di tengah tantangan korupsi yang semakin kompleks.
IndoBisnis — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki fase baru. Lima figur dari latar belakang berbeda—polisi, jaksa, hakim, hingga auditor—resmi mengisi pucuk pimpinan periode 2024–2029. Ekspektasi publik meningkat, seiring tantangan pemberantasan korupsi yang kian kompleks dan dinamis.
Ketua KPK: Jenderal di Garda Depan
Setyo Budianto resmi menjabat sebagai Ketua KPK berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia. Ia lahir di Surabaya, 29 Juni 1967, dan membawa pengalaman panjang dari institusi Kepolisian RI ke lembaga antirasuah.
Kariernya menunjukkan konsistensi di posisi strategis. Ia pernah menjabat Kapolda Nusa Tenggara Timur (2021–2022) dan Kapolda Sulawesi Utara (2022–2023).
Secara tidak langsung, penunjukan ini menandai kembalinya figur berlatar belakang kepolisian ke kursi tertinggi KPK. Hal tersebut memicu ekspektasi sekaligus memperkuat sorotan publik terhadap independensi lembaga.
Dalam narasi resmi, kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat integritas KPK. Tekanan terhadap lembaga ini tidak ringan—kepercayaan publik fluktuatif, sementara pola korupsi semakin kompleks dan terstruktur.
Wakil Ketua: Empat Pilar Penegakan Hukum
Empat wakil ketua KPK hadir dari latar belakang berbeda, membentuk konfigurasi penegakan hukum yang komprehensif.
Jaksa Penuntut: Ketajaman di Ruang Sidang
Fitroh Rohcahyanto memiliki rekam jejak kuat sebagai jaksa. Ia pernah menjabat Direktur Penuntutan KPK (2019–2023) dan saat ini bertugas di Kejaksaan Agung (2024–sekarang).
Pengalamannya, secara tidak langsung, memperkuat aspek penuntutan perkara korupsi—fase krusial dalam memastikan kepastian hukum dan efek jera.
Hakim Pidana: Perspektif Peradilan
Ibnu Basuki Widodo membawa pengalaman panjang dari dunia peradilan. Ia menjabat Hakim Tinggi Mahkamah Agung (2021–2024) serta sebelumnya Hakim Tinggi PT Manado (2018–2021).
Rekam jejak ini menunjukkan penguasaan mendalam terhadap perkara pidana, sekaligus memperkaya perspektif yudisial dalam pengambilan keputusan di KPK.
Pengalaman Internal KPK
Johanis Tanak merupakan figur yang telah mengenal dinamika internal KPK. Ia menjabat Wakil Ketua KPK periode 2019–2024 dan pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi pada 2020.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan kebijakan dan stabilitas kelembagaan.
Auditor Negara: Pengawal Tata Kelola
Agus Joko Pramono memiliki latar belakang kuat di bidang audit keuangan negara. Ia pernah menjabat Wakil Ketua BPK (2018–2023) dan Anggota II BPK (2014–2018).
***
Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
