Kamis, Juni 4, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISElon Musk Resmikan Layanan Internet Starlink di Indonesia

Elon Musk Resmikan Layanan Internet Starlink di Indonesia

Denpasar Bali, IndoBisnis – Elon Musk, miliarder sekaligus bos Tesla, SpaceX, dan media sosial X, resmi meluncurkan layanan internet Starlink di Indonesia pada Minggu 19 Mei 2024.

Peresmian yang berlangsung di Denpasar, Bali, ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Elon Musk dijadwalkan meluncurkan Starlink bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Jokowi berhalangan hadir.

“Daerah kita yang terpencil membutuhkan Starlink untuk memperluas layanan internet berkecepatan tinggi, terutama untuk membantu permasalahan di sektor kesehatan, pendidikan, dan kelautan,” kata Luhut kepada AP News.

Peluncuran layanan internet berbasis satelit ini dilakukan di sebuah klinik kesehatan, sesuai misi Starlink menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi dan terjangkau di daerah tertinggal dan terpencil.

Kelebihan Starlink

Starlink bekerja dengan cara yang berbeda dari internet melalui jaringan nirkabel berbasis darat seperti 4G dan 5G. Menurut Profolus (15/5/2024), Starlink menyediakan akses internet melalui satelit yang mengorbit rendah di luar angkasa, menggunakan jaringan elektromagnetik dalam frekuensi gelombang radio dan gelombang mikro yang disalurkan ke stasiun di Bumi. Berikut beberapa kelebihan Starlink:

1. Waktu Perpindahan Data Lebih Cepat

Satelit LEO yang digunakan Starlink memiliki latensi lebih kecil dibandingkan satelit GEO, memungkinkan perpindahan data lebih cepat.

2. Transmisi Data Cepat

Starlink menawarkan kecepatan transmisi data awal 100 Mbps untuk hilir dan 20 Mbps untuk hulu, dengan potensi mencapai 1 Gbps.

3. Terminal Mudah Dipasang

Kit Starlink mudah dirakit dan dipasang di permukaan datar, termasuk tanah atau atap, dengan proses pemasangan singkat kurang dari 30 menit.

4. Menjangkau Daerah Terpencil

Starlink tidak bergantung pada infrastruktur fisik konvensional, memungkinkan layanan ini disediakan hingga ke daerah terpencil dan tetap beroperasi saat jalur telekomunikasi putus atau mati listrik.

Kekurangan Starlink

Meski memiliki keunggulan, Starlink juga memiliki beberapa kekurangan:

1. Letak Terminal Internet Harus Minim Halangan

Terminal harus diposisikan di area dengan pandangan langit tanpa halangan fisik atau gangguan cuaca.

2. Biaya Lebih Mahal

Harga berlangganan Starlink lebih mahal dibandingkan penyedia layanan internet lokal di Indonesia, sekitar Rp 750.000 per bulan.

3. Kurang Cocok untuk Wilayah Perkotaan

Starlink lebih cocok untuk wilayah terpencil karena performanya bisa menurun di daerah perkotaan yang padat.

Peluncuran Starlink di Indonesia diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan akses internet di daerah terpencil dan meningkatkan kualitas layanan di sektor kesehatan, pendidikan, dan kelautan.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments