JAKARTA, IndoBisnis – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dalam proyek Digitalisasi SPBU PT Pertamina (Persero) Tahun 2018-2023.
“Hari ini, Senin (10/3), penyidik KPK memanggil Elvizar, mantan Direktur PT Fasifik Cipta Solusi, untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardika dalam keterangan tertulisnya.
Namun, KPK belum mengungkap secara rinci materi pemeriksaan dan sejauh mana keterlibatan Elvizar dalam kasus ini.
Siapa Elvizar dan Apa Perannya?
Elvizar menjabat sebagai Direktur PT Fasifik Cipta Solusi dari Oktober 2019 hingga 2024. Perusahaan ini disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan proyek digitalisasi SPBU yang kini disorot KPK.
Ironisnya, proyek yang seharusnya meningkatkan transparansi dan efisiensi distribusi bahan bakar justru menjadi ajang bancakan korupsi. KPK kini menelusuri manipulasi anggaran, permainan kontrak, hingga aliran dana mencurigakan yang mengalir dalam proyek ini.
Sejauh ini, dua tersangka telah ditetapkan dari PT Telkom (Persero), yaitu DR dan W. Namun, penyidikan masih terus berkembang, dan Elvizar bisa menjadi bagian dari pusaran kasus yang lebih besar.
Dugaan Korupsi: Akankah Elvizar Jadi Tersangka Berikutnya?
Digitalisasi SPBU adalah proyek nasional yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari pejabat Pertamina hingga perusahaan penyedia sistem. Jika penyidik menemukan indikasi kuat keterlibatan Elvizar, statusnya bisa berubah dari saksi menjadi tersangka.
KPK diduga tengah mengembangkan jejaring pelaku korupsi di proyek ini. Tak menutup kemungkinan, pemeriksaan terhadap Elvizar akan membuka skandal yang lebih besar, menyeret lebih banyak nama, dan membongkar modus operandi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Publik Menanti Gebrakan KPK
Kasus ini menjadi ujian bagi KPK dalam menindak korupsi di sektor energi, yang selama ini kerap menjadi lahan basah bagi oknum pejabat dan pengusaha culas.
Publik kini menanti, apakah pemeriksaan Elvizar akan menjadi pintu masuk bagi KPK untuk membongkar skandal yang lebih luas?
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah Elvizar hadir memenuhi panggilan penyidik atau justru mangkir.***
