IndoBisnis – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia pada pekan depan. Ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke negara tersebut sejak menjabat sebagai kepala negara.
Pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin akan berlangsung di St. Petersburg mulai 18 Juni 2025, bersamaan dengan keikutsertaannya dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Rolliansyah Soemirat, menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan atas undangan langsung dari Presiden Vladimir Putin.
“Kunjungan ini untuk memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertemuan bilateral,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini memiliki nilai simbolis karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia.
“Diharapkan akan mencakup diskusi mengenai kemajuan kerja sama bilateral serta pertukaran pandangan antara para pemimpin terkait isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama,” katanya.
Mengutip pemberitaan ArabNews, Prabowo dijadwalkan berada di Rusia selama tiga hari. Indonesia disebut juga tengah mempersiapkan penandatanganan perjanjian baru dengan Rusia, meskipun rincian isi perjanjian tersebut belum diungkapkan ke publik.
Terakhir kali Prabowo bertemu Putin adalah pada Juli 2024 saat ia masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dalam pertemuan itu, Prabowo menyebut Rusia sebagai “sahabat baik” dan mengungkapkan niat Indonesia untuk mengembangkan kerja sama energi nuklir dengan Moskow.
Hubungan pertahanan kedua negara juga semakin erat. Pada November 2024, Indonesia dan Rusia mengadakan latihan angkatan laut gabungan pertama di perairan Jawa.
Kegiatan tersebut disusul oleh pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Sergei Shoigu, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, pada Februari lalu di Jakarta.
Di sisi lain, Indonesia telah menjadi anggota penuh BRICS sejak Januari 2025. BRICS merupakan forum geopolitik dan ekonomi negara-negara berkembang yang juga digagas oleh Rusia.
Keanggotaan ini memperluas peran Indonesia dalam kerja sama global, terutama di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo telah melakukan lawatan ke lebih dari 12 negara, termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.
Ia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif”, menolak berpihak pada konflik besar dunia seperti invasi Rusia ke Ukraina.
“Indonesia akan selalu menjaga kedaulatan diplomatiknya. Kami menolak untuk memihak dalam konflik, dan akan selalu berpihak pada perdamaian,” ujar Prabowo dalam pernyataan sebelumnya.
Kunjungan ke Rusia ini dinilai sebagai langkah lanjutan memperkuat diplomasi ekonomi dan pertahanan, serta menjaga keseimbangan hubungan internasional Indonesia di tengah dinamika global yang berubah cepat.
***
