Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalPemegang Saham Besar Lepas NCKL, Pasar Menunggu Dividen

Pemegang Saham Besar Lepas NCKL, Pasar Menunggu Dividen

  • Ringkasan
  • Pergerakan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel kembali menjadi sorotan pasar pada awal 2026.
  • Di tengah stabilitas harga saham, dua pemegang saham besar justru tercatat melakukan aksi pelepasan saham dalam jumlah signifikan.
  • Langkah tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian investor terhadap rencana pembagian dividen tahun buku 2025 yang diproyeksikan akan dibayarkan pada pertengahan 2026.
  • Situasi ini memunculkan dinamika baru di pasar: di satu sisi terjadi aksi jual oleh pemegang saham besar, sementara di sisi lain investor menanti potensi dividen dari emiten nikel terintegrasi tersebut.

IndoBisnis — Pergerakan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah pemegang saham besar tercatat melakukan pelepasan saham sepanjang awal 2026.

Aksi tersebut berlangsung di tengah stabilitas harga saham sekaligus bersamaan dengan rencana pembagian dividen perusahaan yang diproyeksikan berlangsung pada pertengahan tahun ini.

Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, saham NCKL ditutup di level 1.360, menguat 25 poin atau 1,87 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.335. Sepanjang sesi perdagangan, harga saham bergerak dalam rentang 1.310 hingga 1.360 setelah dibuka di level 1.350.

Volume transaksi tercatat sekitar 45,23 juta saham dengan frekuensi transaksi sekitar 6.043 kali. Aktivitas tersebut berada di bawah rata-rata volume harian yang berada di kisaran 126,23 juta saham.

Meski volume perdagangan lebih rendah dari rata-rata, kinerja harga saham NCKL masih menunjukkan tren positif. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten nikel ini tercatat menguat sekitar 3,82 persen.

Aksi Jual Pemegang Saham Besar

Di tengah pergerakan harga tersebut, pasar mencermati adanya aksi pelepasan saham yang dilakukan oleh sejumlah pemegang saham besar.

Pemegang saham pengendali, PT Harita Jayaraya, dilaporkan melepas sekitar 991.134.000 lembar saham atau setara sekitar 1,57 persen dari total saham beredar pada awal Maret 2026.

Transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan Harita Jayaraya berkurang dari sekitar 81,36 persen menjadi sekitar 79,79 persen.

Aksi korporasi tersebut disebut berkaitan dengan kebutuhan investasi strategis. Informasi yang beredar di pasar menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari pengelolaan investasi perusahaan.

“Transaksi tersebut berkaitan dengan kebutuhan investasi strategis,” demikian keterangan yang beredar di kalangan pelaku pasar mengenai aksi pelepasan saham tersebut.

Selain pemegang saham pengendali, aksi jual saham juga dilakukan oleh perusahaan tambang global Glencore PLC.

Perusahaan tersebut tercatat menjual sekitar 204,97 juta hingga 224,47 juta saham NCKL pada Januari 2026.

Dari transaksi tersebut, Glencore diperkirakan memperoleh dana sekitar Rp276,94 miliar. Dalam struktur kepemilikan perusahaan, Glencore bukan merupakan pemegang saham pengendali sehingga transaksi tersebut dipandang sebagai bagian dari aktivitas investasi portofolio.

Pengamat pasar menilai aksi jual oleh dua pemegang saham besar tersebut terjadi di tengah dinamika perdagangan saham NCKL yang masih relatif stabil.

Dengan kata lain, pasar melihat pelepasan saham tersebut tidak secara langsung mengganggu stabilitas harga saham dalam jangka pendek.

Investor Mengincar Dividen

Selain dinamika transaksi saham, perhatian investor juga tertuju pada rencana pembagian dividen perusahaan untuk tahun buku 2025.

Berdasarkan estimasi yang beredar di pasar, tanggal ex-dividen diperkirakan berada di sekitar 30 Juni 2026, sementara tanggal pembayaran dividen diperkirakan berlangsung pada 17 Juli 2026.

Besaran dividen per saham diproyeksikan berada di kisaran Rp30,36 per saham. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang dibayarkan pada 2025 sebesar Rp30,33 per saham.

Dalam kebijakan perusahaan, perseroan menetapkan alokasi minimal sekitar 30 persen dari laba bersih sebagai dividen tunai.

Pada periode sebelumnya, rasio pembagian dividen tercatat berada di kisaran sekitar 34 persen dari laba bersih.

Stabilitas pembagian dividen tersebut tidak terlepas dari struktur operasional perusahaan yang berbasis pada rantai nilai nikel terintegrasi, mulai dari aktivitas penambangan hingga pengolahan hilir.

Dalam proyeksi operasional yang beredar di pasar, kapasitas produksi nikel perusahaan diperkirakan dapat mencapai sekitar 305 ribu ton pada tahun fiskal 2026.

Produksi tersebut berasal dari operasi nikel terintegrasi yang mencakup aktivitas penambangan hingga pengolahan hilir. Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi melalui sejumlah joint venture juga menjadi salah satu sumber arus kas perusahaan.

Kontribusi tersebut terutama berasal dari proyek hilirisasi berbasis nikel yang selama ini menjadi bagian penting dalam struktur pendapatan perusahaan.

Adapun keputusan final mengenai nilai dividen yang akan dibagikan nantinya akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang biasanya diselenggarakan pada pertengahan tahun.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Pemegang Saham Besar Lepas NCKL, Pasar Menunggu Dividen.

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments