Kamis, Mei 21, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalHarkitnas 2026 di Tidore Tekankan Kedaulatan Digital dan Semangat Kebangkitan Bangsa

Harkitnas 2026 di Tidore Tekankan Kedaulatan Digital dan Semangat Kebangkitan Bangsa

  • Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 secara khidmat di Halaman Kantor Wali Kota Tidore.
  • Dalam upacara tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan informasi dan memperkuat transformasi digital sebagai tantangan baru bangsa Indonesia.

IndoBisnis — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 dengan penuh khidmat di Halaman Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Rabu (20/5/2026).

Upacara tersebut dipimpin Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan, Syofyan Saraha, dan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Dalam upacara tersebut, Syofyan Saraha membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang menegaskan bahwa makna Kebangkitan Nasional terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Menurutnya, tantangan bangsa Indonesia saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi dan transformasi digital.

“Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang menyesuaikan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” kata Syofyan Saraha saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI.

Ia mengatakan, momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat arah pembangunan nasional melalui Asta Cita sebagai visi pembangunan nasional.

“Dalam momen Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita sebagai kompas utama untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah kehidupan rakyat,” ujarnya.

Tema Harkitnas Tahun 2026 mengusung slogan “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menekankan pentingnya perlindungan generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa Indonesia.

Pemerintah juga menyoroti berbagai program strategis nasional yang dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian bangsa, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang kini mulai diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia.

Syofyan Saraha menilai semangat Kebangkitan Nasional harus diwujudkan melalui penguatan solidaritas sosial, peningkatan literasi digital, serta pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan semangat Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh masyarakat Indonesia.

“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua karena bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” tegasnya.

Selain pelaksanaan upacara, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Tidore Kepulauan turut bertugas dalam rangkaian peringatan Harkitnas 2026, mulai dari pembaca doa, pembaca Pembukaan UUD 1945, hingga petugas pengibar bendera.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib, sederhana, dan penuh semangat nasionalisme sebagai bentuk refleksi terhadap pentingnya persatuan bangsa di tengah tantangan era digital.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments