JAKARTA, IndoBisnis – Jet-jet tempur Israel menyerang target-target militer Houthi di dekat pelabuhan Hodeidah, Yaman. Serangan ini menyebabkan setidaknya tiga orang tewas dan 87 lainnya mengalami luka-luka.
Serangan ini dilancarkan sehari setelah kelompok Houthi menggunakan drone untuk menyerang Ibu Kota Tel Aviv pada Jumat, 19 Juli 2024.
Stasiun televisi Al-Masirah TV, yang dikelola oleh Houthi, melaporkan bahwa sebagian besar korban luka mengalami luka bakar parah akibat serangan udara yang menghantam fasilitas pengolahan minyak dan energi listrik di pelabuhan.
Saksi mata di Hodeidah melaporkan kepada Reuters bahwa ledakan terdengar beberapa kali selama pengeboman berlangsung.
Al-Masirah TV juga melaporkan bahwa pasukan pertahanan sipil dan anggota Houthi sedang berusaha memadamkan api di tank-tank minyak yang terbakar di pelabuhan.
Juru bicara militer Israel mengklaim bahwa pelabuhan Hodeidah digunakan oleh kelompok Houthi untuk menerima senjata dari Iran, dan infrastruktur energi menjadi salah satu target serangan.
Sebelum serangan dilancarkan, Israel telah memberitahukan sekutunya mengenai rencana serangan ini menggunakan jet tempur F-15, yang semuanya berhasil kembali ke Israel dengan selamat.
Dewan Politik Houthi mengancam akan membalas serangan Israel, sementara juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa Houthi tidak akan ragu untuk menyerang target-target vital di Israel.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik yang sudah berkobar di Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas bisa meluas. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa.
“Api yang saat ini membakar Hodeidah terlihat dari seluruh Timur Tengah dan sangat jelas.” ***
Sumber: Reuters
