JAKARTA, IndoBisnis – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi terkait proyek bantuan sosial (bansos) Presiden yang memiliki nilai kontrak total sekitar Rp900 miliar.
Proyek ini terbagi dalam tiga tahap dan mencakup wilayah Jabodetabek.
“Kita akan menindaklanjuti tahap-tahap lain jika ditemukan alat bukti yang cukup,” ujar Tessa Mahardika Sugiarto juru bicara KPK dalam keterangannya yang diterima IndoBisnis.co.id pada, Rabu 3 Juli 2024.
Hingga kini, KPK masih mendalami proses penyelidikan dan terus mencari bukti tambahan untuk mengungkap pelanggaran yang terjadi.
Saat ditanya mengenai jumlah paket yang telah dibagikan, Tessa mengatakan akan memberikan update lebih lanjut.
“Namun, terkait kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp250 miliar, KPK memastikan akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas,” pungkas Tessa
Proyek bansos ini menjadi sorotan publik setelah terungkapnya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya, yang berdampak pada kerugian negara.
KPK berharap dapat mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dan membawa mereka ke hadapan hukum.***
