Jawa Timur, IndoBisnis – Wilayah Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), dikenal memiliki tambang tembaga dan emas yang kaya, yakni Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang dimiliki oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Proyek ini kini mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah sumber daya mineral yang dimilikinya.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit tercatat memiliki sumber daya terindikasi sebesar 755 juta ton, naik lebih dari 300 juta ton atau 71% dari jumlah sebelumnya yang tercatat sebesar 442 juta ton.
Total kandungan sumber daya mineral (terindikasi dan tereka) meningkat dari 1,706 menjadi 1,738 miliar ton, dengan kandungan tembaga sebesar 0,47% dan emas sebesar 0,5 gram per ton.
Peningkatan ini mengonversi sumber daya mineral terindikasi dari 2,7 juta ton tembaga menjadi 4,5 juta ton tembaga dan dari 9,4 juta ounces emas menjadi 16,1 juta ounces emas.
Dengan demikian, total sumber daya mineral Proyek Tembaga Tujuh Bukit saat ini mencapai 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ounces emas, meningkat dari sebelumnya 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ounces emas.
General Manager Merdeka Copper Gold, Tom Malik, menjelaskan bahwa kenaikan signifikan ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam mengembangkan unit bisnisnya.
“Merdeka fokus mengoptimalkan kinerja dan memulai menyusun bankable feasibility study yang dapat lebih diandalkan. Optimalisasi tersebut mencakup pengembangan metalurgis untuk meningkatkan perolehan logam dari bijih dan meningkatkan kualitas bijih yang ditambang,” ujar Tom dikutip IndoBisnis.co.id dari CNBC Indonesia pada, Kamis 18 Juli 2024.
Merdeka Copper Gold juga sedang melakukan eksplorasi masif di sekitar area operasi berizin untuk terus menemukan potensi sumber daya mineral lainnya secara efektif dan efisien.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit merupakan salah satu proyek tembaga terbesar di dunia yang masih dalam fase pra-produksi.
Merdeka memiliki 100 persen saham dalam proyek yang terletak di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur, yang dioperasikan oleh anak perusahaan, PT Bumi Suksesindo.
Sejak 2018, Merdeka telah menginvestasikan US$ 200 juta untuk mendefinisikan sumber daya, pemodelan geologi, studi teknis, dan studi pra-kelayakan (Pre-feasibility study atau PFS).
PFS ini menegaskan manfaat ekonomi yang tinggi untuk pengembangan tambang bawah tanah ini, yang berumur panjang dan signifikan secara global dengan pendekatan bertahap.
Pada puncak produksinya, Proyek Tembaga Tujuh Bukit akan memproses 24 juta ton bijih per tahun untuk menghasilkan lebih dari 112 ribu ton tembaga dan 366 ribu ounces emas per tahun selama lebih dari 30 tahun.
Dengan temuan dan upaya ini, diharapkan Proyek Tembaga Tujuh Bukit dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal dan nasional, serta menjadi salah satu andalan Indonesia dalam sektor pertambangan.***
