IndoBisnis — Perusahaan media global Semafor resmi menunjuk Matthew Martin sebagai Kepala Biro Arab Saudi sekaligus Pemimpin Global Liputan Dana Kekayaan Negara (SWF).
Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi besar Semafor di kawasan Teluk, seiring dengan semakin berkembangnya edisi Semafor Gulf.
Martin akan memimpin tim redaksi yang berbasis di Riyadh, serta menjadi bagian dari jajaran editorial utama yang dipimpin oleh Mohammed Sergie, Editor Semafor Gulf.
Jurnalis Senior, Fokus pada Dana Masa Depan
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia jurnalistik, Matthew Martin sebelumnya menjabat sebagai Kepala Koresponden Bloomberg untuk liputan sovereign wealth fund (SWF) di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Ia dikenal luas atas peliputannya yang tajam mengenai transformasi ekonomi pasca-minyak, diversifikasi, dan peran SWF dalam membangun kekuatan lunak di kancah global.
Martin juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Bloomberg untuk Arab Saudi, dengan tanggung jawab atas peliputan di Arab Saudi, Bahrain, dan Yaman.
Sejak 2013, ia bergabung dengan Bloomberg dan pindah dari Dubai ke Riyadh pada Januari 2021. Fokus utamanya selama ini adalah pada Saudi Aramco dan Dana Investasi Publik Kerajaan Arab Saudi.
Semafor: Ambisi Jadi Media Global Kelas Teluk
Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi Semafor, Ben Smith, menyampaikan bahwa penunjukan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Matt adalah reporter definitif yang meliput salah satu berita terbesar di dunia, yakni transformasi Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” ujar Smith, dikutip dari Berita Arab.
CEO dan salah satu pendiri Semafor, Justin Smith, juga menegaskan bahwa kehadiran Martin mencerminkan peningkatan ambisi editorial mereka.
“Penunjukan ini menandai langkah maju yang besar dalam ambisi Semafor untuk menjadi media global terkemuka di Teluk,” katanya.
“Kami tidak hanya meliput kawasan ini, tetapi juga mengaitkannya dengan koridor kekuatan dan pengaruh utama dunia — Washington DC, Wall Street, Silicon Valley — serta kerja sama Teluk dengan Afrika melalui edisi Semafor Afrika.”
Smith menambahkan, pelaporan Semafor ke depan akan semakin memperhatikan dinamika pengaruh antara kawasan Teluk dengan Asia dan Uni Eropa.
“Kami akan melacak secara ketat koridor pengaruh Teluk-Asia dan Teluk-Uni Eropa,” ujarnya.
Jejak Semafor di Teluk
Semafor Gulf resmi diluncurkan pada September 2024, menjadi edisi ketiga perusahaan setelah buletin AS dan edisi Afrika Sub-Sahara. Sejak peluncuran, tim pelaporan mereka telah meliput berbagai topik strategis, seperti:
Rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) sebesar $1,4 triliun di Amerika Serikat,
Kebijakan luar negeri Arab Saudi,
Strategi OPEC+, hingga
Dinamika hubungan antara Teluk dan Israel.
Dengan bergabungnya Matthew Martin, Semafor semakin memantapkan dirinya sebagai media global yang menyoroti kekuatan ekonomi dan geopolitik Teluk, terutama di era transisi energi dan pertarungan pengaruh global.
Penunjukan ini bukan hanya simbol ekspansi, tetapi juga strategi untuk menghubungkan narasi Timur Tengah ke jantung kekuasaan dunia.
***
