Rabu, April 22, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalTimnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday, Kluivert Dituntut Cari Pengganti Ole Romeny

Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday, Kluivert Dituntut Cari Pengganti Ole Romeny

27 Pemain Dipanggil, Identitas Permainan Garuda Masih Jadi PR

IndoBisnis – Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tengah dihadapkan pada pekerjaan besar: menemukan pengganti Ole Romeny yang masih menjalani rehabilitasi cedera pasca-operasi. Sementara itu, ia juga dituntut membentuk identitas permainan Garuda yang lebih konsisten menjelang ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Sebanyak 27 pemain diumumkan sebagai bagian skuad Timnas Indonesia untuk menghadapi Kuwait (5 September) dan Lebanon (8 September) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Namun, dalam daftar tersebut belum ada nama calon pemain naturalisasi baru, yakni Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra.

Kedua pemain tersebut masih menunggu proses naturalisasi. Mauro Zijlstra diproyeksikan untuk Timnas U23, sementara Miliano Jonathans diharapkan bisa memperkuat skuad senior.

Analisis Pengamat: Puzzle Besar Kluivert

Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai daftar pemain hanyalah satu bagian dari puzzle besar. Menurutnya, tantangan utama justru bagaimana Kluivert membangun pola permainan yang jelas dan konsisten.

“Nah, dengan Miliano Jonathans yang sempat main untuk Utrecht 60 menit, walaupun nol shot dan nol target, yang perlu dipikirkan adalah adaptasi kalau di September nanti dinaturalisasi,” kata Gita Suwondo atau Bung GAZ.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan mendesak timnas saat ini adalah mencari pengganti Ole Romeny. “Sebentar lagi kita butuh pemain pengganti Ole Romeny. Apakah dimainkan di Oktober atau menunggu lebih lama, itu harus segera diputuskan,” ujarnya.

Identitas Garuda Masih Kabur

Sejauh ini, Kluivert belum menemukan formula ideal. Gita menilai upaya build-up permainan Garuda masih inkonsisten. “Dia coba menyerang melawan Australia (kalah 1-5) gagal. Lalu bertahan lawan China (menang 1-0) berhasil. Kemudian coba bertahan lawan Jepang (0-6) juga gagal,” jelasnya.

Menurut Gita, ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian berat. Indonesia harus menentukan apakah akan bermain agresif menyerang atau lebih realistis dengan pertahanan rapat.

Belajar dari Era Shin Tae-yong

Gita mengingatkan agar pengalaman bersama Shin Tae-yong dijadikan pelajaran. “Shin gagal lawan Irak karena menyerang tanpa arah. Tapi ketika melawan Arab Saudi dengan bertahan rapat, hasilnya menang di GBK dan seri di Riyadh,” tuturnya.

Baginya, gaya bermain bertahan yang solid bisa menjadi senjata utama. “Ini yang harus dipertimbangkan Patrick Kluivert. Timnas pernah sukses menahan tim kuat dengan pertahanan kokoh,” pungkasnya.

Agenda September

Skuad Garuda akan menjajal kekuatan Kuwait pada 5 September 2025, lalu menghadapi Lebanon pada 8 September 2025. Kedua laga ini bukan hanya uji coba, melainkan ajang penting bagi Kluivert untuk menemukan pola terbaik sekaligus pengganti Ole Romeny.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments